Home / News NTT / Jaksa menang praperadilan, Pengacara JR anggap penahanan tak sah

Jaksa menang praperadilan, Pengacara JR anggap penahanan tak sah

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Ketua Tim Pengacara menerima putusan ketua majelis hakim pengadilan negeri (PN) klas 1A Kupang yang menolak gugatan praperadilan kliennya.

Meski demikian, Jhon Rihi (JR) selaku ketua tim kuasa hukum para tersangka tetap menilai penahanan kepada kliennya, Lewi Tandirura, Lay Rohi dan Nicolaus R Tari di Rutan Penfui Kupang, karena kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan tambak garam dan pembangunan embung di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tidak sah di mata hukum.

“Itu kan prosesnya saja, penahanan. Yang kita maksud kan penahanan tidak sah, itu saja,” ujar JR yang dihubungi wartawan melalui telepon genggamannya, Jumad (26/5/2017) pukul 18.00 Wita.

“Tidak masalah, itu putusan hakim dan kita selaku tim pengacara harus hormati dengan apa yang ada, karena keguguran itu juga sudah sesuai kewenangan hakim, dan harus terima putusan itu,” imbuhnya.

Selanjutnya, JR akan menunggu sidang pokok perkara kasus dugaan korupsi dana pembangunan proyek embung yang nilainya sebesar Rp. 36,5 milyar dan dugaan korupsi proyek pembangunan 100 embung di Sarai dengan kerugian negara sebesar Rp. 5 milyar.

Dalam persidangan dengan agenda putusan yang digelar hari ini, hakim tunggal Muhamad Sholeh menolak gugatan praperadilan dari tiga tersangka tersebut. Tak hanya itu, hakim juga menilak eksepsi tergugat dan permohonan pemohon ditolak seluruhnya sehingga gugur demi hukum.

“Permohonan praperadilan yang diajukan pemohon, permohonan tersebut ditolak seluruhnya,” ujar hakim Muhamad.

 

Penulis: Semard Dju
Baca Juga :  Siswa bolos, Satpol PP Sikka gencarkan razia

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button