Home / News NTT / Kematian Mikhael dorong keluarga minta Polda NTT rekonstruksi ulang

Kematian Mikhael dorong keluarga minta Polda NTT rekonstruksi ulang

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menindaklanjuti permohonan dari keluarga korban Mikhael Lois Alhans yang tewas beberapa waktu silam di wilayah Maulafa.

“Kami keluarga almarhum Mikhael menilai kinerja sektor Polsek Maulafa lamban dalam penangan kasus, sehingga keluarga korban mengajukan prmohonan ke Mapolda NTT untuk menindaklanjuti kasus tersebut,” kata keluarga korban Welhemina Alhans kepada wartawan di Kota Kupang, Kamis (25/5/2017).

Menurut dia, dirinya sangat tidak puas dengan kinerja sektor Polsek Maulafa sehingga keluarganya mengajukan permohonan ke Ditreskrimum Polda NTT untuk menangani kasus ini.

Atas permohonan tersebut, pada hari ini Kamis (25/5/2017) tim dari Ditreskrimum Polda NTT langsung merespons untuk melakukan rekonstruksi ulang di tempat kejadian perkara (TKP) di Blok N Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Pantaua wartawan dalam rekontruksi itu, untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan kematian Mikhael Lois Alhans dengan secara tidak wajar yang dipimpin langsung oleh Intel Senior Polda NTT Buang Sine.

Sebelumnya, pada Jumat (19/5/2017) sekira pukul 02.00 Wita, warga perumahan PT Lopo Indah Permai, persisnya di Blok M wilayah RT 15/RW 05, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dibuat geger dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang tidur telungkup di badan jalan.

Jasad pria tersebut diketahui bernama Mikael Louis Alhans (54), warga perumahan PT Lopo Indah Permai Blok M, Nomor 49, RT 15/RW 05, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa.

Ketika ditemukan jasad pria itu dalam kondisi tak bernyawa, dengan tangan kanan sementara memegang sebilah pisau. Hanya saja, keluarga merasa janggal dengan kematian korban karena pada wajah korban terdapat memar seperti pelipis sebelah kiri korban luka dan keluar darah termasuk pada mulut korban.

Baca Juga :  Alat Peraga Kampanye belum bisa ditertibkan, Panwaslu tunggu putusan Ketua KPU Kota Kupang

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button