Home / Populer / Ketika Polda Metro didesak SP3 kasus Rizieq Syihab

Ketika Polda Metro didesak SP3 kasus Rizieq Syihab

Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. ©2017 Merdeka.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Presidium Alumni 212 meminta kepada Presiden Jokowi, Menkopulhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan juga Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan untuk segera menghentikan bentuk kriminalisasi terhadap ulama.

Bahkan, dalam tuntutannya para alumni 212 minta segera keluarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Rizieq Shihab.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan proses diterbitkannya SP3 dalam suatu kasus tidaklah mudah. SP3 akan dikeluarkan jika memenuhi beberapa unsur.

“Ada ketentuannya bukan langsung keluarkan SP3 merupakan tindak pidana, itu kalau kadarluwarsa, tidak intervensi dari orang, tidak perintah, tidak ada. Tetap (lanjut) nanti misalnya itu kita buktikan di pengadilan,’ tegas Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/5).

Hingga saat ini, pentolan FPI itu belum juga kembali ke tanah air. Argo mengaku, dengan tidak hadirnya Rizieq dalam pemeriksaan tentunya menyulitkan penyidik.

“Dia berada di luar negeri menghambat juga toh. (menghambat proes hukum?) Iya,” tegasnya.

Sebelumnya, alumni 212 mempunyai kepada petinggi negara untuk menghentikan apapun terhadap diskriminatif terhadap ulama. Pernyataan ini, sebagai bentuk memasuki bulan suci Ramadhan.

Baca Juga :  Frans Lebu Raya Dorong Pendidikan Menjadi Gerakan Semesta

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button