Home / News NTT / Masalah Rehab Gedung UTD PMI Kabupaten Sikka

Masalah Rehab Gedung UTD PMI Kabupaten Sikka

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Unit Transfursi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka mengembalikan dana hibah tahun 2015 ke kas daerah sebesar Rp 231,956,750.

Ketua PMI Kabupaten Sikka Gervatius Portasius Mude, pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DRPD Kabupaten Sikka, Selasa (17/05/2017) menuturkan bahwa pada saat dana hibah tahun 2015 diterima oleh Bendahara PMI Kabupaten Sikka sebesar Rp. 278.300.000 dengan perincian Rp. 226.000.000 untuk UTD PMI Kabupaten Sikka, dan Rp. 52.300.000 untuk Markas PMI Kabupaten Sikka.

Pada saat itu, katanya, atas inisiatif dr. Dwi Kurniawan Nugroho yang juga menjabat sebagai Kepala UTD PMI Sikka menggunakan uang pribadi untuk merehab gedung UTD PMI Kabupaten Sikka yang beralamat di Jl. Ahmad Yani dengan catatan akan dikembalikan oleh PMI pada saat dana hibah tahun 2015 sudah dicairkan.

Lanjutnya, setelah dana hibah tahun 2015 ini cair, dr. Dwi Kurniawan Nugroho diminta oleh kita sebagai pengurus PMI Kabupaten Sikka untuk memasukan bukti pelaksanaan kegiatan renovasi gedung di UTD PMI Kabupaten Sikka, disertai dengan kwitansi pembelanjaan. Sampai pada tahun 2016 bulan Mei beliau belum bisa memberikan bukti pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut.

“Kita meminta untuk memasukan bukti-bukti kwitansi itu karena beliau menggunakan dana pribadinya untuk merehab UTD PMI, karena tidak bisa menunjukan bukti-bukti tersebut, kami pengurus PMI Kabupaten Sikka pada akhirnya dana hibah tersebut dikembalikan ke kas daerah pada tanggal 1 Juli 2016 sebesar Rp 216,000.000 dan 11 Juli 2016 Rp. 15.956750. Jadi total yang kita kembalikan ke kas daerah Rp 231,956,750,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum dana hibah tersebut dikembalikan, dr. Dwi Kurniawan Nugroho diundang pertemuan sebanyak 4 kali, namun ia tidak pernah menghadiri pertemuan itu. Tetapi pada tanggal 14 Oktober 2015 kita undang lagi untuk pertemuan, dirinya hadir.

Baca Juga :  Pengambilalihan PDAM Kabupaten Kupang, bagaimana nasib pegawainya?

Dalam pertemuan tersebut, katanya, pengurus PMI Kabupaten Sikka meminta dirinya untuk memasukan bukti kwitansi belanja rehab gedung, namun dirinya hanya memasukan kwitansi gelondongan sebesar Rp. 147.000.000.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button