Home / Opini / Membandingkan ayahnya Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Membandingkan ayahnya Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Terus terang saya bosan dengan gaya main yang kita anut selama ini.

Kita membiarkan pihak lawan membuat fitnah dan berita hoax sesuka hati, dan kita sudah merasa cukup puas jika sudah melakukan klarifikasi. Padahal berita hoaxnya sudah terlanjur dibaca puluhan ribu orang dan di share oleh ribuan orang.

Mereka menghasut orang-orang susah, dan orang bodoh dengan doktrin palsu dan janji palsu. Dan kita cuma berlagak jadi guru moral serta akhlak yang bertugas meluruskan dan mengkoreksi pemahaman mereka yang kita anggap menyimpang.

Kita cuma menunggu pihak sana membakar hutan, kemudian baru sibuk memadamkannya, sembari berceramah bahwa membakar hutan adalah perbuatan merusak lingkungan. Saya bosaaaaan dengan strategi sok suci dan elegan ini. Bosan! Salah satu alasan Ahok bisa kalah adalah karena kita sok suci dan ingin main bersih.

Saya ingin kita juga main fitnah dan menyebar berita hoax. Tentang apa? Tentang apa saja. Cari fakta sejarah, dipelintir sedikit (dipelintir banyak juga boleh), didramatisir, dan kemudian diberitakan secara masif sebagai propaganda hitam. Memang cuma Jonru yang bisa main fitnah? Memang cuma Eep yang punya jurus jurus kotor? Kita juga bisa.

Mereka berani menuduh Jokowi keturunan PKI, tanpa bukti bukti valid. Mereka cuma mengarang bebas tapi diteriakkan terus menerus.

PKI apaan? PKI ndasmu! Lha itu Sumitro yang jelas jelas dicatat dalam sejarah di tahun 1958 pernah memberontak bersama PRRI/Permesta, yang menerima suplai senjata dari CIA, yang menolak meminta ampun kepada negara, dan memilih kabur ke Yordania (eh salah, yang betul ke Singapore, Malaysia, dan Thailand) selama 10 tahun, bukannya lebih valid untuk didramatisir sebagai pemberontak?

Baca Juga :  Opini: Ditolak Undana, diterima Harvard

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button