Home / Sains / Menilai 10 Desain Jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi TLEBT

Menilai 10 Desain Jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi TLEBT

Jamuan Makan Malam di pendopo lantai 17 Hotel Aston Kupang, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Rabu (10/5/2017) pukul 21.40 Wita yang lalu. (foto: v.j.boekan/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Siapa saja berhak untuk berbeda pendapat soal pentingnya desain Jembatan Pancasila Palmerah (JPP) dilengkapi Turbin Listrik Energi Baru Terbarukan (TLEBT).

Sebab tanpa desain bagaimana mungkin sebuah jembatan atau bangunan bisa didirikan sesuai dengan harapan banyak kalangan?

Akan tetapi soal JPP dilengkapi TLEBT di Kabupaten Flores Timur, alur ceritanya sedikit berbeda jika disandingkan dengan proyek lainnya.

“Desain itu kan patron atau bentuk yang bisa kita semua sepakati lagi. Menurut saya itu tak terlalu prinsipil,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh saat jamuan makan malam usai Tim Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Provinsi NTT mempresentasikan konsep desain kepada Dinas PUPR NTT, CEO Tidal Bridge BU Eric Van den Eijndein, CEO Tidal Bridge BU Andre HooGeeveen, Managing Director Tidal Bridge Indonesia, dan Tim IAI NTT Latif Gau, Staf Ahli Gubernur NTT bidang Pemerintahan dan Politik Vincentcius Jeskial Boekan, Kepala Biro Penyusunan Program Setda Provinsi NTT Siprianus Kopong Kelen, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT Paulus Tanggela, dan sejumlah undangan lainnya, di Hotel Aston Kupang, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Rabu (10/5/2017) pukul 21.40 Wita.

Kadis Andreas mengingatkan bahwa Tim IAI NTT harus memperhatikan sebaik mungkin permintaan dari pihak CEO Tidal Bridge, yaitu membuat kembali draf desain secara garis besar minimal sembilan, sehingga ditambahkan satu yang sudah dipresentasikan, totalnya menjadi 10 draf.

“Kita akan minta pihak Tidal Bridge melakukan sayembara terhadap kesepuluh draf tersebut, dengan konsekuensi memberikan hadiah uang sesuai dengan kemampuan mereka. Jika berpatokan pada sayembara desain Kantor Gubernur NTT yang terletak di Jalan Raya El Tari Kupang, maka sang juara diberikan hadiah uang sebesar Rp. 50 Juta,” tambahnya.

Baca Juga :  Nasrulloh Nasution: Ahok akan diputus bersalah

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button