Home / News NTT / Panitia Anggaran duga ada mafia di DPRD Kota Kupang…

Panitia Anggaran duga ada mafia di DPRD Kota Kupang…

ilustrasi. (foto: marsfmtomohon.co.id)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kupang menduga ada mafia anggaran di DPRD Kota Kupang.

Dugaan tersebut terkait tambahan Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) sebesar Rp. 250 juta yang sudah diluncurkan pemerintah Kota Kupang pada 25 April 2017 lalu.

Pasalnya, dana tersebut tidak pernah dibahas mulai dari tingkat Komisi sampai pada tingkat Banggar, tapi muncul dalam APBD murni tahun 2017, sehingga munculnya anggaran untuk penambahan Dana PEM membuat sejumlah Anggota Banggar kaget.

“Terus terang sebagai Anggota Banggar saya sangat terkejut dengan peluncuran Dana PEM tambahan oleh Pemerintah. Selama pembahasan di Banggar, saya tidak pernah melewati satupun rapat yang digelar, dan tidak pernah di bahas soal penambahan Dana PEM sebesar Rp. 250 juta,” kata Anggota Banggar DPRD Kota Kupang Herry Dahi Kadja kepada wartawan di ruang Komisi III DPRD.

Saat memberikan pernyataan, Herry Kadja didampingi Anggota Banggar seperti Jhon G. Seran, Kamilus G. Tokan, dan Djainudin Lonek.

Herry mengatakan, dugaan adanya mafia anggaran dalam internal DPRD karena tidak pembahasan soal penambahan Dana PEM, tetapi kenapa tiba-tiba ada dalam APBD murni tahun 2017 yang berjumlah sebesar Rp. 1,14 trilyun yang kemudian sudah di Perdakan.

“Jelas ini menjadi tanda tanya besar bagi kami anggota Banggar. Sebagai Ketua Fraksi Demokrat, saya juga sudah menanyakan kepada anggota fraksi yang berada di Komisi I, tapi mereka juga mengatakan tidak tahu soal adanya pembahasan tambahan Dana PEM di Komisi I,” katanya.

Baca Juga :  Kenalkan Firmina, perempuan pertama Sikka menjadi Calon Wakil Bupati

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button