Home / News NTT / Pansus Taman Kota Maumere, apa khabar “Mo’at” ?

Pansus Taman Kota Maumere, apa khabar “Mo’at” ?

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Persoalan Proyek Taman Kota Maumere membuat polemik, sehingga secara lembaga DPRD Kabupaten Sikka membentuk Pansus Taman Kota Maumere.

Pansus Taman Kota Maumere (PTKM) itu diketuai oleh Gregorius Nogo Bapa semenjak bulan 10 Oktober 2016 yang lalu. Tapi sayangnya kerja PTKM selama delapan bulan, tidak membuahkan hasil yang berarti.

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga mengatakan, kerja PTKM sudah sangat maksimal tapi sampai sekarang belum ada kesimpulan yang diberikan oleh kerja PTKM untuk dibawa ke sidang paripurna agar bisa disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka.

Menurut politisi Golkar ini, proyek Taman Kota Maumere telah merusak lingkungan dengan penebangan pohon oleh kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, sehingga dibuatlah Pansus tersebut. Tetapi sampai hari ini kerja PTKA tidak ada kesimpulannya, tetapi hanya ada rekomendasi tunggal untuk konsultasi ke Jakarta untuk memahami dua peraturan Kementerian PUPR itu.

“PTKM ini sudah kerja maksimal, saya ikuti betul kerja Pansus ini tetapi mengapa kerja Pansus ini tidak disimpulkan, justru ada rekomendasi konsultasi ke Jakarta padahal sudah kerja delapan bulan ini,“ tegasnya di Sidang Paripurna DPRD Sikka, Jumat (5/5/2017).

Sementara itu, anggota PTKM Phlipus Fransiskus mengatakan, kerja PTKM tidak dihargai karena dalam berbagai tahapan terutama tahapan yang paling penting soal pendalaman data, kami tidak diberikan kesempatan itu. Lalu mendapatkan regulasi yang berbeda karena regulasi yang pansus gunakan adalah Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2012 tentang penaman pohon pada taman kota, beda dengan yang digunakan oleh saudara konsultan yaitu penanaman pohon pada persimpangan jalan.

“Kita tidak bisa menyimpulan secara persis karena datang dua pemahaman yang berbeda sehingga terjadi perdebatan yang panjang, karena kita tidak dalam kapasitas untuk tidak mengatakan bahwa konsultan perencana itu salah,“ tandas anggota DPRD Sikka dari partai besutan Amin Rais ini.

Baca Juga :  Ada 4 Balon Independen, Ini Aturan Main KPU Kota Kupang

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button