Home / News NTT / Pembangunan sarana prasarana Bantuan IFAD dinilai asal jadi

Pembangunan sarana prasarana Bantuan IFAD dinilai asal jadi

Tempat penjualan ikan di Kelurahan Namosain, (foto: kupang.tribunnews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Program IFAD Roma Italia yang dikelola Dinas Perikanan Kota Kupang merupakan salah satu program unggulan pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir di Kota Kupang.

Akan tetapi, terdapat sejumlah sarana prasarana yang dikerjakan lewat program IFAD, tidak melalui perencanaan yang baik.

Fakta tersebut disampaikan oleh Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Walikota Kupang dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Pansus, Nithanael Pandie di Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat (25/5/2017) siang.

Dikatakan, berdasarkan hasil peninjauan pansus dibeberapa lokasi ada beberapa fakta lapangan yang ditemukan. Misalnya, sarana yang dibangun sebagai tempat penjualan ikan di Kelurahan Namosain, Nunbaun Sabu (NBS), dan Nunhila yang dikerjakan tanpa melalui perencanaan yang matang. Sehingga tempat penjualan ikan tampak sangat berdekatan.

Selain itu, katanya, ada satu tempat yang dialihfungsikan dari lapangan volly menjadi tempat penjualan ikan. Oleh karena itu, Pansus merekomendasikan agar ke depan aspek perencanaan dan pengawasan yang berkelanjutan perlu menjadi prioritas.

Pansus juga mendapat informasi, ada warga penerima bantuan sarana perikanan di Kelurahan Namosain yang menjual kembali bantuan peralatan/sarana perikanan kepada orang lain. Sebab itu Pansus meminta perhatian serius pemerintah untuk menangani kasus penjualan bantuan sarana perikanan tersebut. Fakta lapangan juga menunjukan adanya tempat penjualan ikan yang sudah tidak berfungsi sama sekali dan terkesan mubazir.

Pansus berharap, apabila Program IFAD ini telah berakhir, kegiatan-kegiatan yang telah ada sarana prasarana, sumber daya manusia, serta kelompok-kelompok masyarakat yang telah terbentuk, harus tetap mendapatkan perhatian dan pembinaan melalui program dan kegiatan dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Kupang. Sehingga semua sarana prasanan yang telah di bangun tidak mubazir dan kelompok-kelompok yang telah terbentuk, tetap menjalankan aktivitas usaha.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Peduli Warganya, Ini Besaran Santunan Kematian...

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button