Home / News NTT / Pemuda Katolik Sikka gelar Dialog Kebangsaan, ini percakapannya…

Pemuda Katolik Sikka gelar Dialog Kebangsaan, ini percakapannya…

Wakapolres Sikka Kompol Muhamad Saleh, Kepala Kesbangpol Sikka Thomas Ola Peka, dan Danramil Alok 1603 Sikka Kapten INF Surikan. (foto: angga lispro/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wakapolres Sikka Kompol Muhamad Saleh mengatakan organisasi Islam Radikalisme berdasarkan data yang dimiliki oleh Kepolisian Resort Sikka tidak ada.

“Tidak ada organisasi Islam radikalisme di Kabupaten Sikka, namun kita semua harus waspada,” kata Wakapolres Sikka Kompol Muhamad Saleh dalam diskusi Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Pemuda Katolik Kabupaten Sikka  di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (12/5/2017) pukul 18.00 Wita.

Menurut dia, langkah-langkah yang dilakukan oleh Polisi dalam mengatasi gerakan radikaslime ini, bawah saat ini Polres Sikka dalam pelaksanaan untuk mengantispasi semua fenomena yang ada. Untuk kalangan Katolik dan Kristen anggota kita setiap hari minggu melakukan koor di setiap gereja-gereja yang ada di Kabupaten Sikka dengan berpakaian seragam lengkap, dan di kalangan Muslim, setiap hari Jumat anggota kita sebagai DAI untuk mendatangi masjid-masjid.

“Ketika kita terlibat, kita menjelaskan kepada mereka bahwa kita ini Indonesia, sehingga kita harus hidup rukun dalam bertetangga, hidup rukun antaragama, dan hidup rukun sesama agama,” katanya.

Ia juga meminta agar kita semua hidup dalam negara yaitu Bhineka Tunggal Ika sehingga biarpun kita berbeda-beda tetapi kita tetap satu.

Dalam menjaga toleransi yang ada, kita memilki tanggung jawab masing-masing untuk menciptakan situasi agar kita bisa hidup rukun dan damai.

Kapten INF Surikan

Hal yang sama juga ditambahkan oleh Danramil Alok Kapten INF Surikan. Katanya, toleransi yang ada di Kabupaten Sikka sangat bagus, karena disaat ada hari-hari keagamaan, setiap agama masing-masing terlibat langsung untuk menjaga keamanan sehingga hari raya yang dirasakan umat beragama sangat kondusif sekali, karena biar beda-beda tetapi tetap satu dalam keberagaman.

Baca Juga :  Perempuan NTT: Parpol Berikan Ruang di Pilwalkot Kupang!

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button