Home / Sains / Peneliti Sri Yanuarti prihatin dengan proses demokrasi di Jakarta

Peneliti Sri Yanuarti prihatin dengan proses demokrasi di Jakarta

Peneliti senior bidang perkembangan politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Yanuarti di Jakarta, Rabu (3/5/2017).(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Peneliti senior bidang perkembangan politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Yanuarti, prihatin dengan proses demokrasi di tanah air.

Ia mendesak penyelenggara pemilihan umum untuk memperbaiki regulasi dalam proses demokrasi, agar proses yang terjadi di DKI Jakarta tidak terulang di daerah-daerah lainnya.

Menurut Sri, Pilkada DKI Jakarta adalah Pilkada yang tidak sehat di antaranya karena adanya kapitalisasi isu-isu agama dan politisasi politik identitas.

Sri mengatakan, pada 2018 nanti akan ada 154 daerah yang melangsungkan pilkada serentak.

Dia berharap, proses yang terjadi di DKI Jakarta bisa menjadi bahan pembelajaran, agar problem yang muncul di ibu kota, tak terulang di wilayah lain.

“Karena menurut saya, kalau ini tidak ditangani secara baik, maka proses demokrasi seperti ini akan berulang. Dan berulangnya bisa serentak. Akan ada 154 daerah akan copying model itu, selesai kita sebagai bangsa,” kata Sri di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Sri mencermati salah satu bentuk kapitalisasi isu-isu agama terlihat dari masuknya materi-materi kampanye di rumah-rumah ibadah.

Baca Juga :  Kisah tentang Netizen Indonesia...

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button