Home / Populer / “Pre-Feasibility Study” Jembatan Pancasila Palmerah dimulai

“Pre-Feasibility Study” Jembatan Pancasila Palmerah dimulai

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh. (foto: dok.dinas pupr ntt)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Tahapan menuju Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (JPP) dilengkapi dengan Turbin Listrik Energi Baru Terbarukan (TLEBT) di Kabupaten Flores Timur sedang bergulir.

Pre-Feasibility Study (PFS) JPP dilengkapi dengan TLEBT sedang berlangsung,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh, usai memimpin jalannya pertemuan antara pihak Investor Tidal Brigde Company Belanda, dengan Tim Arsitektur Indonesia (IAI) Provinsi NTT di Hotel Aston Kupang, Jalan Timor Raya, Rabu (10/5/2017) pukul 21.20 wita.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut CEO Tidal Bridge BU Eric Van den Eijndein, COO Tidal Bridge BU Andre HooGeeveen, Managing Director Tidal Bridge Indonesia, dan Tim IAI NTT Latif Gau, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan Vincentcius Jeskial Boekan, Kepala Biro Penyusunan Program Setda Provinsi NTT Siprianus Kopong Kelen, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT Paulus Tanggela.

Kadis Andreas menuturkan bahwa P-FS itu ranah percakapannya tentang kelayakan teknis, skema pembiayaan, kerjasama pemerintah dengan dunia usaha sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tentang kerjasama pemerintah dengan dunia usaha.

“Dari P-FS menuju ke Feasibility Study (FS), lalu diikuti dengan tahapan Detail Enginering Design (DED). Tahapan  terakhir masuk ke AMDAL, apakah tidak mengganggu lingkungan di situ, dan kajian lahan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Ia tak menampik bahwa kajiannya sangat panjang. Dijelaskan lagi, P-FS itu jalan untuk mengecek lebih dalam lagi soal struktur aslinya, yang kemudian akan ditetapkan.

Perihal pendanaan terkait pembangunan JPP dilengkapi dengan TLEBT, ia mengaku Investor dari Belanda datang sudah membawa bukti bahwa mereka telah menyiapkan anggaran sebesar 200 Juta US Dollar.

Baca Juga :  Rm. Dedy Ladjar : Caleg hindari politik uang

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button