Home / Sastra / Puisi: Mutasi dalam kontroversi UU No. 10 Tahun 2016

Puisi: Mutasi dalam kontroversi UU No. 10 Tahun 2016

ilustrasi. (rrinews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: V.J.Boekan

 

 

Mutasi dikalangan aparatur sipil negara hal yang lumrah
Kepentingan organisasi
Kepentingan pemimpin
Mutasi bisa digelar kapan saja

Ada hal yang tak lazim di Pemkot Kupang
Tinggal beberapa detik berakhirnya masa jabatan Jonas-Herman
Dilakukan mutasi
Tiga orang direksi PD. Kupang, dua pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD)

Rambu-rambu mutasi bagi Jonas-Herman diatur di Pasal 71 ayat (2) UU 10 Tahun 2016
Dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon
sampai dengan akhir masa jabatan
kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri

Sekot Kupang Bernadus Benu ungkap tabir
Selain pelantikan 3 direksi
Ada juga pelantikan untuk pengisian jabatan pada Dinas Pendidikan, dan Dinas Perikanan
Proficiat bagi yang mau dilantik

Usai pelantikan Jefri-Hermanus
Pasti ada mutasi
Mereka yang hari ini Jonas lantik masih tetap dalam jabatannya atau tidak
Waktu yang memastikan

Percuma sebuah mutasi hanya untuk mengamankan teman dari ancaman non job
Biarkan Jefri-Jonas menetapkan pasukan untuk perangi seabrek masalah di Pemkot Kupang
Pemimpin harus berjiwa besar
Apalagi ASN

Jabatan bukan segalanya
Paling penting karya bagi rakyat dan negara
Bukan jabatan yang melahirkan ASN patantang patenteng
Perubahan apa yang hendak ditorehkan itu mutlak

Jangan tinggalkan duri dalam daging
Ciptakan pemimpin karbitan
Legowo hasil pilkada
Kupang tetap Kota Kasih.

 

 

 

Baca Juga :  Kuadu Pesonamu dengan Awan-awan Putih

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button