Foto: Nyongki/Moral-politik.com

MORAL-POLITIK.COM: Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II menyelesaikan pekerjaan enam sumur bor pada tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek pekerjaan penggalian enam sumur bor ini dimulai sejak tahun 2016 lalu dengan dana sebesar Rp 5,5 Miliar lebih.

Ketua DPR RI Setya Novanto bertempat di Gereja Syalom Airnona, Kota Kupang, Senin (8/5/2017) yang lalu telah  meresmikan pemanfaatan enam sumur bor tersebut.

Pada kesempatan itu, Novanto mengatakan, pembangunan enam sumur bor tersebut guna mengatasi masalah kekeringan yang sering melanda daerah ini.

“Masalah air bisa sedikit teratasi dengan adanya sumur bor ini,” katanya.

Menurut dia, masalah air bersih dan kemisknan masih terus melanda NTT, sehingga diperlukan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di daerah ini.

“Saya sudah bicarakan dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, apalagi yang dibutuhkan NTT untuk pembangunan,” katanya.

Berkaitan dengan penyediaan air bersih dapat dikakukan percepatan. “Saya terus ingatkan pemerintah untuk bangun daerah ini, terutama air bersih dan sanitasi,” tegasnya.

Agus Sosiawan

Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II Agus sosiawan mengatakan, pembangunan enam sumur bor ini menggunakan dana tahun anggaran 2016, di enam lokasi di tiga kabupaten dan kota yakni Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

“Biaya air tanah ini sebesar Rp 5,5 Miliar lebih,” tambahnya.

Data teknis dari sumur bor yang dibangun di Kota Kupang, jelas dia, kedalaman 60 meter dan debit air 6,9 liter per detik, dengan produksi 3 liter perdetik.

“Kami berharap masyarakat dapat mengelola dan menjaga sumur bor ini dengan baik,” pungkas dia.

 

Penulis: Nyongki
Baca Juga :  Catatan dari Prosesi Paskah 2017 GMIT Kupang