Home / Sains / Teknologi informasi di pengadilan jangan seperti mobil ditarik kuda

Teknologi informasi di pengadilan jangan seperti mobil ditarik kuda

Sumber foto: freakingnews. com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Koordinator Sektor Manajemen Perkara pada Proyek Sustain EU-UNDP, Ariyo Bimmo Soejono Poetro memberi apresiasi positif terhadap pengembangan dan implementasi teknologi informasi (TI) di lembaga peradilan saat ini.

Menurut pria asal Bandung yang pernah bekerja di Bappenas itu, dibandingkan beberapa tahun lalu, sekarang penggunaan TI di lembaga peradilan jauh lebih baik.

“Saya tahu betul bagaimana Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan di bawahnya mengembangkan sekian banyak aplikasi dan hanya sedikit yang benar-benar dipakai,” katanya saat menjadi narasumber dalam Training of Trainers SIPP tahap II di Surabaya, pekan lalu.

Meski saat ini jauh lebih baik, Bimmo menilai masih ada sejumlah problem berkaitan dengan implementasi TI yang perlu diatasi. Menurutnya, ada pekerjaan-pekerjaan yang semestinya dapat diselesaikan dengan menggunakan TI, namun masih diselesaikan dengan cara-cara manual, padahal perangkat TI untuk melakukan itu sudah tersedia atau dapat disediakan.

“Ini seperti mobil yang ditarik dengan kuda,” ia memberi ibarat.

Sebuah mobil pada dasarnya digerakkan dengan mesin. Kalau untuk berjalan ia mesti ditarik dengan kuda, maka mesin itu jadi sia-sia.

Ia memberi contoh register perkara, yang di tiap-tiap pengadilan jumlahnya puluhan. Sesungguhnya SIPP dapat didayagunakan untuk membuat register perkara secara elektronik. Prosesnya lebih mudah karena terotomatisasi. Hasilnya lebih akurat. Penyimpanan dan pencarianya pun gampang.

Sayangnya masih ada yang berpendapat bahwa register perkara harus ditulis tangan, karena ia adalah akta otentik. Ada pula yang keberatan karena takut register elektronik terkena virus atau tidak dapat diakses ketika dibutuhkan.

Keberatan-keberatan itu, menurut Bimmo, sebenarnya kurang tepat. Putusan dan berita acara persidangan, yang sudah pasti berstatus akta otentik, dapat dibuat dengan menggunakan aplikasi, kemudian dicetak. Semestinya, dokumen-dokumen lain yang diproduksi pengadilan pun boleh dan bisa diperlakukan serupa.

Baca Juga :  Berbahagialah mereka yang punya garis tangan huruf ‘M’

Pencarian Terkait:

  • mobil ditarik kuda

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button