Home / Gaya Hidup / Wisatawan merasa terganggu dengan pengamen dan pengemis

Wisatawan merasa terganggu dengan pengamen dan pengemis

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kota Kupang mulai ramai dikunjungi wisatawan, hal ini membuka perluang usaha bagi warganya untuk mencari sesuap nasi.

Bagi mereka yang punya ketrampilan memetik gitar dan bisa bernyanyi, peluang kehadiran wisatawan dimanfaatkan untuk mengamen.

Seperti halnya yang terjadi di pusat kuliner Lai Lai Besi Koepan, Kecamatan Kota Baru, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah wisatawan mengeluhkan maraknya pengemis dan pengamen di area Tedys Bar.

Keberadaan pengamen dibarengi dengan pengemis dinilai mengganggu kenyamanan para pengunjung saat menikmati jajanan di tempat kuliner pantai Tedys.

“Wisatawan yang datang kesini merasa terganggu dengan maraknya pengamen dan pengemis,” kata Mersi Salu, salah satu mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang kepada wartawan, Saptu (20/5/2017) sekitar pukul 18.42 Wita.

Menurut Mersi, beberapa kali dirinya berkunjung ke Pantai Tedys pengunjung terus bertambah. Bertambahnya jumlah pengunjung ternyata dibarengi dengan meningkatnya pengemis dan pengamen di tempat ini setiap saat,” keluhnya.

“Saya sudah beberapa kali dimintai uang oleh pengemis saat makan jagung selama 20 menit di tempat ini,” kata Mersi.

Baca Juga :  Heboh! Joe Jonas dan Sophie Turner kepergok tinggalkan hotel bersama

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button