Home / Populer / Alfian Tanjung ungkap alasan sebut Kader PDIP adalah PKI

Alfian Tanjung ungkap alasan sebut Kader PDIP adalah PKI

Ustaz Alfian Tanjung (kanan) saat meminta maaf kepada Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, (kiri) yang dia tuduh sebagai 'PKI' dan 'Orang Istana'. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan Alfian (VIVA.co.id / Reza Fajri)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Ustaz Alfian Tanjung usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Rabu malam, 31 Mei 2017.

Sekitar delapan jam lebih, dirinya diperiksa. Dimulai sejak pukul 13.00 WIB, ia baru keluar sekitar pukul 21.30 WIB. Alfian tak banyak berkomentar usai diperiksa sebagai tersangka.

“Gerakan komunisme ini memang muncul ya, proses (hukum) berlangsung, kita akan hadapi semua di pengadilan,” kata Alfian di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 31 Mei 2017.

Sementara itu, pengacara Alfian, Abdullah Alkatiri menjelaskan bahwa pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan tadi terkait kegiatan sehari-hari Alfian.

“Kebanyakan apa yang beliau lakukan selama ini, ceramah beliau, tulisan beliau dan sebagainya,” ujar Abdullah.

Kemudian Abdullah menjelaskan, kalau pernyataan Alfian dalam twitnya yang menyebut bahwa 85 persen kader PDIP adalah PKI bukan tanpa dasar dilontarkan kliennya. Sebab pada 2002 silam, di salah satu stasiun televisi swasta saat itu sempat ada kader dari PDIP yang berkata bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia yang memilih PDIP.

“Tahun 2002 di Lativi, ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning itu, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut,” ucap Abdullah.

Terakhir, Abdullah merasa apa yang disampaikan oleh Alfian dalam twitnya bukanlah suatu bentuk Hate Speech.

“Enggak, kan itu memberikan suatu pemahanan seorang ustaz membicarakan bahaya laten untuk kepentingan umum, untuk kepentingan umum tak bisa masuk pasal 310 KUHP yang didakwakan kepada beliau. Ustaz Alfian ceramah soal PKI dan lain-lain itu hal wajar. Kan dia sebagai uztad malah membantu pemerintah, bahkan, dia berbicara di forum yang orang tak paham ada TAP MPRS tahun 66,” katanya lagi.

Baca Juga :  Demi Pilkada 2017, Akbar Tanjung: Segera Gelar Munas Golkar

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button