Home / Sastra / Cerpen: Aku, Primadona Kelas, dan Suamiku

Cerpen: Aku, Primadona Kelas, dan Suamiku

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: “Jangan nilai buku dari luarnya. Mending dapet buku komik yg sampulnya sederhana, daripada sampul bagus tapi ternyata buku kasbon.”

Begitu kata pepatah.

Namun sayang, meski kita tahu prinsip ini sejak dulu, praktiknya tetap saja susah.

Ketika bertemu dengan orang pertama kali, memberi skor terhadap penampilan orang adalah hal yang sering sulit untuk dihindari.

Mulai dari warna baju yang tidak matching, dandanan yang menor, atau gaya bicara yang medok dan lucu sering kita jadikan bahan penilaian.

Padahal sejak dulu kita sudah tahu, menilai hanya dari penampilan sebenarnya merampas kesempatan kita mengenal pribadi seseorang yang sebenarnya.

Menilai orang dari luar adalah salah satu hal termudah di dunia.

Padahal jangan lupa, kita “diprogram” untuk mampu mengerti berbagai macam nuansa.

Tak dapat dipungkiri, saat bertemu bertemu orang lain.

Cara pertama yang paling mudah dilakukan untuk memberi penilaian adalah dengan melihat penampilannya.

Namun tak melulu penampilan menjadi faktor pribadi seseorang.

Seperti kisah satu ini yang mengajarkan agar tdak menilai seseorang dari penampilannya.

Rintik-rintik hujan di luar membasahi seluruh tubuhku hingga basah kuyup, dengan perasaan canggung aku berjalan masuk ke dalam ruangan VIP yg telah dipesan khusus untuk acara reunian SMA.

Baca Juga :  Ritual Seorang Mama

< 1 2 3 4 5 6 7 8>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button