Home / News NTT / Diana Aman, dari ‘human trafficking’, DPO, ke vonis hakim

Diana Aman, dari ‘human trafficking’, DPO, ke vonis hakim

Diana Aman. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Usai di vonis 9 tahun penjara, Direktur PT. Pancamanah Utama Diana Aman yang terlibat kasus perdagangan manusia (human trafficking), tidak ditahan dan saat ini berstatus pencarian orang (DPO).

Kejadian itu bermula adanya kelalaian dari majelis hakim dan ketua Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, yang memberikan peluang kepada terdakwa saat itu jadi tahanan rumah.

Namun, dalam perjalanan proses hukum di pengadilan, ia melarikan diri dari Kota Kupang.

Hingga putusan oleh majelis hakim terhormat, tidak pernah menghadirkan terdakwa di persidangan, namun hakim dan jaksa mulai lempar handuk dari tanggungjawab atas keberadaan terdakwa.

Humas pengadilan negeri klas 1A Kupang Jimmy Tanjung kepada wartawan beberapa waktu silam mengatakan, tugas menghadirkan terdakwa dalam persidangan adalah jaksa penuntut umum, bukan hakim.

Jimmy menjelaskan, kalau tugas hakim hanyalah pimpin sidang bukan menghadirkan terdakwa, tapi selama ini kan terdakwa tidak pernah hadir, tapi sidang jalan terus, dan itu kewenangan jaksa.

Sebelumnya terdakwa di vonis 9 tahun penjara denda Rp. 120 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Diana juga diwajibkan membayar uang restitusi kepada ahli waris korban sebesar Rp. 25 juta. Sebelumnya Diana dituntut 10 tahun penjara oleh JPU.

Vonis itu dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Selasa (30/5/2017) lalu.

Baca Juga :  PAN dan Demokrat kesal, 2 ASN lecehkan Hermanus Man

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button