Home / Sejarah / Inilah Sejarah Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Inilah Sejarah Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kota Soe didirikan pada tahun 1920. Semenjak berdirinya, Kota Soe terus mengalami perkembangan.

Kota ini telah menjadi tempat berbagai golongan masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak awal pendiriannya, Kota Soe bertalian dengan Raja Amanatun-Onam (Kerajaan-Zelfbestur Landschappen Amanatun), Raja Molo-Oenam (Kerajaan-Zelfbesturr Landschappen Mollo), dan Raja Amanuban-Banam (Kerajaan-Zelfbesturr Landschappen Amanuban), serta kedudukan Raja-raja tersebut di kota ini.

Nama So’E sendiri berasal dari bahasa Timor (uab meto) yang berarti timbah atau menimbah. Bermula dari patroli seorang tentara kolonial yang bertemu dengan seorang perempuan pribumi yang sedang menimbah air di mata air atau sumber air Oe Nakan (yang kemudian disebut Oe Besi–kepala air karena sumber air ini digunakan pipa).

Tentara kolonial ini menanyakan tentang apa nama tempat ini, namun karena perbedaan bahasa dan dialog sehingga perempuan pribumi ini menjawab bahwa saya sedang menimbah air dengan menggunakan bahasa Timor (uab meto) yakni au soe oe, yang ditangkap oleh tentara kolonial ini adalah kata soe.

Kemudian tentara kolonial ini melaporkan kepada pemimpinnya bahwa nama tempat yang ia kunjungi itu bernama Soe. Adapun nama tempat ini (Kota Soe), awalnya bukan bernama Soe tetapi Huemneo.

Kota Soe disepakati menjadi pusat pemerintahan onder affdeling Zuid Miden Timor karena Raja Molo Lay Akun Tabelak Oematan berkenan memberikan tanah di Kota Soe (Kampung Amanatun) kepada Raja Amanatun Kolo Banunaek untuk mendukung Raja Molo Lay Akun Tabelak Oematan untuk memilih dan menetapkan Kota Soe sebagai pusat pemerintahan Zuid Midden Timor pada saat itu.

Pada saat itu pemerintah Hindia Belanda melalui kontrolir – conttrolir-nya meminta kepada Raja Amanuban, Molo dan Amanatun untuk bisa menyepakati suatu tempat untuk dijadikan pusat pemerintahan Zuid Miden Timor. Raja Amanuban Pae Nope (Petrus Pae Nope) tetap berkeinginan untuk menjadikan kota Niki-Niki sebagai pusat pemerintahan Zuid Miden Timor tetapi Raja Molo Lai Akun Tabelak Oematan (W.F.H.Oematan) juga bersikeras untuk menjadikan Kota Kapan sebagai pusat pemerintahan Zuid Miden Timor.

Raja Amanatun Kolo Banunaek saat itu tidak bisa mengajukan pilihan karena wilayah Amanatun belum memiliki akses dan saat itu Niki-Niki menjadi kantor bersama Raja Amanatun dan Amanuban.

Baca Juga :  Ini Surat Terakhir Mendikbud Anies ke Seluruh Guru yang Bikin Trenyuh...

Akibat Raja Amanatun Kolo Banunaek (Abraham Zacharias Banunaek) mendukung Raja Molo Lay Akun Tabelak Oematan, maka akhirnya Kota Soe disepakati secara bersama oleh ketiga Raja ini untuk menetapkan Kota Soe sebagai pusat pemerintahan Zuid Midden Timor.

Pencarian Terkait:

  • sejarah terbentuknya kota soe tts
  • Sejarah kota soe
  • sejarah kota soe timor tengah selatan

< 1 2 3 4 5 6 7 8>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button