Home / Opini / Jokowi pilih remaja plagiat bukan bocah penemu listrik asal Aceh

Jokowi pilih remaja plagiat bukan bocah penemu listrik asal Aceh

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Hari ini istana negara melaksanakan peringatan hari Pancasila, ada yang istimewa dalam peringatan hari pancasila itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang remaja asal Banyuwangi Asa Firda Inayah (Afi) ke Istana Negara untuk turut dalam memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal (1/6/2017).

Afi diundang ke istana lantaran dianggap sebagai contoh dalam menjaga persatuan-kesatuan bangsa Indonesia melalui tulisan-tulisannya di sosial media.

Belakangan diketahui isi tulisan Afi tersebut hasil plagiat (copy-paste) dari salah satu akun facebook bernama Mita Handayani dan ini sudah diakui oleh Mita Handayani.

Akibat tindakan plagiarisme ini Afi pun dikritik netizen, ia dianggap tak layak diundang di Istana Negara. Netizen pun tak luput mengkritik pihak Istana, mereka menyatakan yang seharusnya diundang ke istana adalah bocah berprestasi penemu listrik dari tanaman kedondong yaitu Naufal Raziq, bocah 15 tahun asal Aceh.

“Kalo mau undang tuh … penemu listrik dari pohon kedondong asal Aceh Naufal Raziq … buat gantiin listrik pinter yg naek mulu … bukan yang aneh-aneh kayak begini,” Sindir akun @Arief Zidane, dikutip dari fajar.co.id.

“Menjaga persatuan? Ini bukan pemikiran baru.. Thn 80 an sudah dibantah abis buah hasil pemikiran kaum Islam liberal.. Pemikiran seperti ini yang justru memecah belah..” timpal akun @Dee Hassan.

Pencarian Terkait:

  • jokowi pilih bocah plagiat
  • jokowi pilih plagiat
  • remaja plagiat
Baca Juga :  Ingin Senyummu Cantik Banget? Inilah Rumusnya!

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button