Home / News NTT / Kabupaten Sikka perduli HIV/AIDS dalam kerjasama Pemkab-KPA

Kabupaten Sikka perduli HIV/AIDS dalam kerjasama Pemkab-KPA

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Pemerintah Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka menyepakati program kerja di tahun 2017 ini.

Salah satu agenda kerjasama antardua institusi tersebut adalah Pelatihan Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan HIV/AIDS, dan Program-Program Pencegahan HIV/AIDS lainnya.

“Maksud dari kerjasama tersebut agar kedua institusi bisa berperan aktif dalam mensukseskan program pencehagan HIV/AIDS di masyarakat, dan juga untuk menjalankan kegiatan pencegahan HIV/AIDS, dengan cara mengorganisir kader-kader tersebut dalam satu kelompok,” kata Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar saat membuka dengan resmi Pelatihan Penyuluh HIV dan AIDS bagi Kader Peduli AIDS, di aula Kantor Kelurahan Kota Baru, jalan Don Thomas Maumere, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa (30/5/2017) yang lalu.

Wabup Paolus mengatakan, kelompok tersebut merupakan wadah tempat kumpulan kader-kader terlatih yang bekerja sama dengan sukarela untuk mendukungnya tercapainya satu tujuan, yaitu mencegah penyebarluasan HIV di Kabupaten Sikka, baik program yang digulirkan oleh Pemereintah Daerah melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), maupun program-program lainnya.

”Hari ini kita bersama melakukan evaluasi kebijakan khususnya di bidang peningkatan sumber daya manusia yaitu peningkatan derajat kesehatan dan juga peningkatan kualitas pendidikan,” kata Paolus.

Dikatakannya, kita di Sikka selama masa 5 tahun lebih ditekankan pada tindakan pencegahan, prefentif dan promotif, jadi kita akan evaluasi terkait kebijakan sehingga penurunan angka kesakitan itu menjadi standarisasinya termasuk penderita AIDS-nya.

”Kita juga akan mengevaluasi pelaksanaan dimana program-program yang sudah dituangkan melalui RKA dari KPA sehingga bagaimana KPA sudah mengajak kita warga peduli AIDS bersama-sama memerangi penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat,” ujar Paolus.

Paolus juga berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang dinamika HIV/AIDS dan memberikan keterampilan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat luas terkait tugas dan fungsi kader masyarakat peduli AIDS di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Rio Fangidae: Orang tua harus mengajarkan anak menghargai perbedaan

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button