Home / News NTT / Kota Kupang dijuluki “Kota Kasih”, pencurian lampu jalan bertambah

Kota Kupang dijuluki “Kota Kasih”, pencurian lampu jalan bertambah

Jhoni Bire.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kota Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijuluki juga sebagai Kota Kasih.

Dari segi nama, Kasih berarti berkonotasi religius Kristen. Sayangnya, perilaku manusia yang bermukim di Kota Kasih tak semuanya berkasih-kasih.

Salah satu indikator penguat dari argumentasi di atas adalah sering terjadinya pencurian dan pengrusakan lampu jalan.

Akibatnya Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang Johny Bire mengungkapkan bahwa perlu adanya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga agar hal tersebut tidak terjadi lagi di tahun 2017 ini.

“Pada tahun 2016 lalu sempat terjadi lima kejadian, termasuk salah satunya adalah pengrusakan lampu depan Kalpataru di Kelurahan Oeba yang dilempar orang,” kata Jhoni Bire kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Selasa (27/6/2017) siang.

Bire menuturkan, pengrusakan dan pencurian bola lampu juga pernah terjadi di lokasi Patung Burung.

Dari sejumlah kasus pencurian dan pengrusakan lampu tahun 2016, sudah terdapat dua oknum pelaku yang tertangkap dan kini sedang menjalani proses hukum.

Salah satunya adalah pelaku pencurian bola lampu penerangan jalan sepanjang Akademi Kebidanan, hingga Hypermart. Saat ini pelaku tersebut masih menjalani proses sidang di pengadilan.

 

Penulis: Nyongki

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Gubernur Frans inginkan Imigrasi perluas cakupan pelayanan

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button