Home / News NTT / KPU Kota Kupang ungkap dana hibah pilkada

KPU Kota Kupang ungkap dana hibah pilkada

ilustrasi. (foto: metrosulawesi.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang akhirnya mengaku pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Kupang 2017, hanya menggunakan dana hibah sebesar Rp. 16, 9 Miliar.

“Dari dana hibah yang dihibahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sebesar Rp. 23,4 Miliar kepada KPU, yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk penyelanggaran Pilkada Kota Kupang tahun 2017, hanya sebesar Rp. 16,9 miliar yang terpakai,” kata Anggota KPU Kota Kupang Lodowik Fredik kepada moral-politik.com, di Kantor KPU Kota Kupang, Selasa (6/6/2017) siang.

Lodowik mengatakan, total anggaran yang dialokasikan Pemkot Kupang sebenarnya berjumlah Rp. 23,4 Miliar yang dialokasikan lewat anggaran murni tahun 2016 sebesar Rp. 20 Miliar, kemudian sisanya Rp. 3,4 Miliar baru dialokasikan pada perubahan anggaran tahun yang sama.

Dari alokasi itu, katanya, kemudian dana tersebut dicairkan sebesar Rp. 20 Miliar oleh KPU untuk mendanai tahapan Pilkada Kota Kupang yang dimulai sejak Mei 2016 lalu, sedangkan sisanya nanti menyusul jikalau dana awal yang dialokasikan tidak mencukupi.

Namun dalam perjalanan, tambahnya, dana sebesar Rp. 20 Miliar yang dicairkan untuk pertama tidak terpakai semua karena ada beberapa item pembiayaan yang tidak jadi dilaksanakan, seperti estimasi awal KPU soal pasangan calon yang mengikuti Pilkada Kota Kupang sebanyak lima pasangan calon, ternyata hanya dua pasangan calon yang mengikuti pilkada.

Selain itu, ujarnya, item perjalanan dinas jikalau dalam perjalanan ada saling menggugat antara pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak jadi digunakan, karena kedua pasangan tidak saling menggugat hasil Pilkada, sehingga secara keseluruhan dana yang terpakai hanya sebesar Rp. 16. 9 Miliar, dan dana yang tersisa sebesar Rp. 3,1 Miliar dari Rp. 20 Miliar yang dicairkan untuk tahap pertama. Sedangkan dana tersisa sebesar Rp. 3,4 Miliar tersisa utuh pada rekening KPU.

Baca Juga :  Wagub Litelnoni bicara soal pentingnya penataan arsip...

Lodowik, mengaku, saat pihak KPU tengah menyiapkan administrasi untuk mengembalikan dana sebesar Rp, 3,1 Miliar yang tidak terpakai, dan paling lambat, pekan depan, KPU sudah mengembalikan dana sisa pilkada yang tidak terpakai.

Penulis: Nyongki

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button