Home / Populer / Novel menduga seorang Jenderal Polisi terlibat penyiraman air keras

Novel menduga seorang Jenderal Polisi terlibat penyiraman air keras

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Dua bulan hampir berlalu, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan belum terungkap.

Ketika kasusnya yang buram, Novel yang Penyidik KPK ini justru melempar bola panas. Dia menuding ada jenderal yang terlibat dalam kasus teror yang menimpa dirinya itu. Jenderal di kepolisian langsung memberikan jawaban.

Tudingan Novel disampaikan saat diwawancarai media internasional TIME di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (10/6).

Wawancara dengan TIME menjadi yang pertama bagi Novel sejak insiden penyiraman air keras pada 11 April. Matanya kini masih dalam proses penyembuhan. Novel mengaku pandangan matanya masih samar-samar. Ada kacamata pelindung menempel di wajahnya.

“Ada begitu banyak korupsi yang harus dilawan,” ujarnya, mengawali berita artikel berjudul ‘I Don’t Want to Be Sad’: Indonesia’s Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed itu.

Novel kemudian menceritakan kronologi penyiraman air keras yang dialaminya setelah pulang dari masjid di dekat rumahnya. Dia bilang, kejadiannya begitu cepat. Novel sempat berharap itu hanya cairan biasa. Namun, harapan tinggal harapan.

“Kulitku terasa terbakar kepanasan,” kata Novel yang duduk di pinggiran tempat tidurnya selama wawancara berlangsung.

Novel lantas kembali ke masjid untuk meminta pertolongan. Jemaah salat subuh yang masih ada di masjid lantas membasuh wajah Novel dengan air wudhu.

Teror ini, adalah teror keenam yang diterima Kasatgas kasus mega korupsi e-KTP ini sejak dirinya menjadi penyidik KPK pada 2011.

Baca Juga :  Jokowi akan tanya Ahok, Kenapa Mundur dari Gerindra?

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button