Home / Populer / Mengenang 2 tahun meninggalnya si cantik Engeline

Mengenang 2 tahun meninggalnya si cantik Engeline

Arist Merdeka Sirait. (foto: kompas.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Pada tanggal 10 Juni 2017, mengingatkan kembali bangsa Indonesia atas tragedi kematian Engeline, gadis cilik cantik usia delapan tahun pada dua tahun lalu.

Kematian Engeline yang merupakan warga Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali di tangan ibu angkatnya (adopsi) Margarit Megawe (62).

Penyiksaan keji yang dirasakan Engeline, putri cantik kelas II SD Negeri Sanur, Pengadilan Negeri Bali memutuskan dan menjatuhkan hukumam pidana penjara kepada ibu angkatnya dengan pidana seumur hidup, dan kepada Agus Tay (28) pekerja rumah tangga yang oleh PN Bali dinyatakan turut serta membantu terjadinya penyiksaan, dihukum dengan pidana 10 tahun penjara.

Peristiwa kematian Engeline di tangan ibu angkatnya dan ditemukan jasadnya secara tidak manusiawi, kejam, keji dan biadap di halaman rumah ibu angkatnya sendiri, dikuburkan secara tidak manusiawi dan ditempatkan bersebelahan dengan kandang ayam, penuh dengan tumpukan kotoran dan makanan ayam ini, mendapat perhatian secara Nasional dan internasional, termasuk pemerintah pusat, media massa serta ketiga Organisasi Massa (Ormas) terbesar di Bali dan Persatuam Masyarakat Bali.

Inilah yang telah mendorong Komnas Perlindungan Anak, dan atas dukungan pemerintah pusat dan Provinsi Bali serta anggota masyarakat Bali, dan para pegiat perlindungan anak di Bali, termasuk dari luar Bali, telah menetapkan 10 Juni sebagai Hari Anti Kekerasan terhadap Anak di Indonesia, khususnya di Bali.

Komitmen ini diwujudkan dengan telah dilakukannya penandatanganan Prasasti ENGELINE HERO oleh Komnas Perlindungan Anak, Pemprov Bali, dan Yayasan KUGAPAI Jakarta setahun lalu di Taman Budaya Bali, dan telah menjadikan kematian Engeline sebagai ikon gerakan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak yang jatuh bulan Juni setiap tahunnya.

Oleh karena itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dan institusi pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat di bidang promosi, pemenuhan dan perlindungan Anak di Indonesia, mengajak semua komponen bangsa Indonesia untuk melakukan “hening cipta” atas tragedi Kematian Engeline dan menggunakan peristiwa keji yang dirasakan Engeline menjadi hari anti kekerasan terhadap anak, dan menjadilannya sebagai Gerakan Nasional Memutus Mata Rantai kekerasan terhadap anak yang dimulai dari kampung, huta, nagari, dusun atau kampong, banjar atau sebutan lain ditiap-tuap komunitas masyarakat dan atau rumah, lingkungan sosial anak, sekolah dan lingkungan masyarakat,” kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dalam memperingati dua tahun tragedi Kematian Engeline di Bali melalui Pesan Whashap, Rabu (14/06/2017) di Jakarta.

Baca Juga :  Marisa Haque dan Desi Ratna Sari “Champion Strategy” PAN

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button