John Freth Ndolu. (foto: erny/moral-politik.com)

Oleh: Jhon Freth Ndolu *)

MORAL-POLITIK.COM – Allah adalah Roh yang berada dengan sendirinya, Yang Esa dan pada mulanya Ia yang menciptakan segala-galanya.

Pada hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi, memisahkan terang dan gelap atau siang dan malam (terang itu baik).

Hari kedua, Allah menciptakan cakrawala atau langit dengan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya.

Pada hari ketiga, Allah memisahkan laut dan darat dan menumbuhkan tunas- tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji.

Pada hari keempat, berfirmanlah Allah, jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dan malam yaitu matahari, bulan dan bintang-bintang.

Pada hari kelima, Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap.

Pada hari keenam, Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak, dan segala jenis binatang melata di muka bumi.

Sedangkan pada hari yang terakhir, berfirmanlah Allah, baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah mencipkan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya, dia laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcucuhlah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukanlah itu.

Pada hari ketujuh, Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya, berhentilah Allah pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Selanjutnya Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Ada satu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas, damar bedolah dan batu krisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah kush. Nama sungai yang yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Lalu Tuhan Allah mmenumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya (makanan standar); dan pohon kehidupan (makanan supernatural) di tenga-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (makanan supermaut), dan dengan makanan supermaut inilah Iblis memakai untuk menjatuhkan Adam dari dosa ketidaktaatan dan Hawa dari dosa ingin seperti Allah.

Beranjak dari seluruh kenyataan di atas, maka kita dapat melihat dan merasakan bahwa Allah begitu mengasihi manusia, hewan di dalam laut dan di darat, serta unggas sehingga Allah mempersiapkan makanan dan minuman yang berkulitas terbaik pada hari ketiga sebelum hari kelima, dan hari keenam Allah menjadikan hewan, unggas dan manusia.

Untuk itulah maka seluruh perencanaan dan pelaksanaan yang telah Allah kerjakan, dapat menjadi contoh bagi umat manusia di dalam mengusahakan dan memelihara semuanya dengan sebaik-baiknya, dan jangan sekali-kali makanan dan minuman tersebut dipolitisir seperti yang diperbuat oleh Iblis. (Kejadian).
***

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga (roh), (jiwa) dan (tubuh)mu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (1 korintus 5 : 23).

Allah adalah kepribadian, keberadaan Roh adalah yang diciptakan Allah, mereka semua memiliki kepribadian. Kepribadian itu jiwa, yaitu terdiri dengan daya intelektual, perasaan dan keinginan. Demikian manusia adalah kepribadian yang memiliki ketiga unsur tersebut (Kim Ki-Dong).

l. Perbedaan wujud/keberadaan serta kepribadian manusia, malaikat dan binatang sbb:
1. Binatang————————— Tubuh + Jiwa yang merasa
2.Malaikat—————————- Jiwa + Roh
3. Manusia ————————— Tubuh + Jiwa + Roh.

Dalam kontes tulisan ini kita lebih menekankan pada tubuh, jiwa dan roh manusia, dimana roh jiwa manusia berada selama-lamanya, berbeda dengan tubuh dan hidup dengan memakan firman Allah, seperti tubuh kita berhenti dan mati apabila tidak makan makanan untuk tubuh sama sekali, jika kita tidak mendengar dan menolak firman Allah, roh kita mengenal Allah tapi tidak dapat melayani Allah, keadaan itu disebut “kematian”.

Oleh sebab itu, Allah memberikan firman-Nya bersa ma berbagai jenis makanan tubuh.” Manusia (hidup) bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Allah (Ulangan 8 :3)”; Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis; manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4 : 4).”

ll. Berbagai-bagai jenis makanan bagi Tubuh, Jiwa dah Roh manusia:

1. Tubuh Keberadaan yang sementara———- Makanan pokok bagi suku-suku, bangsa bangsa: roti, nasi, jagung, sagu, ubi-ubi an, kacang-kacangan + lauk pauk.

2. Jiwa Keberadan yang netral——————-Makanan bagi jiwa adalah: Ilmu penge tahuan dan teknologi; idiologi, hukum, seni, budaya, sastra dan filsafat; ke hagiaan dan damai sejahtera.

3. Roh Keberadaan yang kekal—————— Makanan bagi Roh adalah Firman Alki- tab. (Firman yang keluar daru mulut Allah) + Berdoa.

Diantara tiga, yakni tubuh, jiwa dan roh, yang mana yang menunjukkan “Aku” ini yang sejati? Walaupun tidak dapat dilihat melalui cermin, Roh jiwa kita itu sungguh “Aku” yang sejati.
***

Apabila kita hidup tampa menyadari roh jiwa dan hanya ditarik oleh keinginan tubuh saja, kita sepertinya tubuh binatang, tampa roh itu, maka kita tidak dapat menarik perhatian Allah dan tidak berkenan kepada Allah.
Karena (keinginan daging) adalah maut tetapi keinginan (roh) adalah (hidup) dan (damai sejahtera) sebab keinginan (daging) adalah (perseteruan) terhadap Allah, karena ia tidak (takluk) kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. (Roma 8 : 6-7).

Bila kita hidup dengan keinginan daging kita pasti akan mati. Kematian ini bukan hanya kematian tubuh tapi kematian kekal. Pada saat ini kita harus berubah arah tujuan kehidupan kita untuk roh jiwa, Aku sejati. Seperti kita memerlukan tempat tinggal supaya kita hidup.

Alasan Allah menciptakan tubuh terlebih dahulu, itu untuk mengadakan tempat kediaman untuk roh jiwa kita. Oleh sebab itu, tubuh itu menjadi kesempatan yang bagus untuk menguntungkan roh jiwa kita, Aku sejati, lagipula seperti kita memakai tempat tinggal kita selama kita menghuni, demikian juga kita memakai tubuh kita untuk roh jiwa Aku sejati dengan aktif. (Siapa “Aku” yang sejati? (Rev. DR. Kim Ki-dong).

lll. Nilai-nilai gizi, fitamin dll dari makanan rohani bagi tubuh, jiwa dan roh adalah sbb:

1. Pada pelajaran “Hal berdoa” yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya: Pada Injil Matius 6 : 11, Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Beranjak da- ri ayat ini, banyak dari kita orang-orang percaya yang menapsirkan bahwa makanan dalam ayat ini adalah makanan hanya bagi tubuh, padahal manusia terdiri dari tubuh, roh dan jiwa, dan roh jiwa adalah yang kekal, yang membutuhkan makanan pula, walaupun makanannya berbeda dari makan- an bagi tubuh, karena makanan bagi roh jiwa adalah firman yang keluar dari mulut (Fiman Alkitab PL & PB). Jika sekiranya kita hanya memberi makanan bagi tubuh saja, maka (maaf kata) kita tidak bedah dengan kera, kerbau atau binatang lainnya (tidak dapat hidup dan berkembang selayaknya manusia normal).

2. Makanan bagi jiwa disuguhkan oleh seorang bijak utama yang bernama Salomo, yang merupakan makanan super. Di dalam Amsal 1 : 1-7 Amsal-amsal Salomo bin Daut, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda – baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan – untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Amsal 2 : 6 – 10. Karena Tuhanlah yang memberi hikmat, dari mulutnya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; . . .

3. Makanan bagi roh adalah makanan supernatural yang terambil dari Yohanes: Pada mula adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia tidak ada sesutupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia (Yesus) dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsi apa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Ketika kita berbicara tentang makanan dan minuman, maka kita tahu bahwa kita sedang berbicara tentang hal-hal yang vital, hal-hal yang sangat penting dalam hidup kita ini, Karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan manusia sejak bayi yang masih di dalam kandungan ibunya sampai mamusia menjelang ajalnya, sampai-sampai dokter dan suster memberi infus untuk cairan dan makanan lewat selang makanan untuk pasien yang tidak sanggup makan dan minum secara mormal.

Makanan yang dimaksud adalah makanan yang mempunyai bentuk, warna, rasa dan aroma serta mempunyai nilai-nilai gizi, protein,vitamin dll. Maka untuk memenuhi itu semua bayi dan anak-anak masih terus disuapi oleh orang tuanya, sedangkan anak-anak, remaja, dewasa dan orang-orang tua makan ketika sudah merasa lapar, dan makan dan minum kurang lebih tiga kali sehari dengan nilai gizi yang berfariasi, dan makanan untuk tubuh yang fana ini 70 tahun kalau kuat 80 tahun kata Pemazmur, 120 tahun kata Kejadian. Tetapi kenyataan yang ada saat ini banyak manusia yang usianya masih relatif mudah sudah meninggal dunia.

Dan bagaimana makna makanan bagi Jiwa? Jiwa, yaitu terdiri dengan daya intelektual, perasaan dan keinginan, maka membutuhkan makanan apstrak yang berproses menjadi konkrit disertai nilai-nilai yang berkembang berupa: ilmu pengetahuan dan teknologi;– ideologi, seni dan budaya serta filsafat;–sehat, dan damai sejahtera dalam semua aspek kehidupan. Dan itu berarti makanan konkrit disertai nilai-nilai tersebut adalah belajar/membaca secara teratur, kontinyu dan mempraktekkan dalam kerjanyata didalam kehidupan kita sehari-hari sepanjang hidup ini, dan bukan karena sudah sarjana maka selesai sudah belajar, membaca dan mempraktekkannya apa yang kita kerjakan, karena gelar sarjana barulah merupakan permulaan dari capain tujuan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai nilai-nilai, dan bukan sudah berakhir dari tujuan tersebut. Roh dan jiwa manusia adalah yang kekal, dan apa jadinya jika jiwa yang kekal ini tidak diberi makan secukupnya setiap hari?. Maka kita tidak dapat menjadi orang yang cerdik cendekia dan bijaksana.

Hal inilah yang membuat kita orang-orang percaya khususnya dan orang-orang NTT umumnya tertinggal dari negara-negara maju, karena kita malas bahkan enggan untuk memberi makan bagi jiwa kita yang kekal ini setiap hari, dengan jalan belajar atau membaca, dan mempraktekkan atau bekerja sesuai bidang kita masing-masing dengan rasa cinta, gembira dan semangat yang membara; sehingga kita dapat sejajar dengan negara-negara maju yang rajin dan semangat belajar, bereksperimen serta bekerja untuk mencapai kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya serta filosofi hidup; sehingga sehat dan damai sejahtera bagi masyarakat, bangsa dan negara mereka; maka dengan jalan dan cara inilah kitapun dapat mensejahterakan masyarakat NTT.

Sedangkan hakekat makanan bagi roh adalah makanan yang superapstrak yang berproses menjadi nilai-nilai etika dan moral , serta nilai-nilai keyakinan dan iman bagi orang-orang percaya yang bermuara pada pola sikap hidup orang-orang Kristen. Maka makanan superapstrak yang berproses menuju nilai-nilai tersebut adalah makan daging Yesus dan minum darah Yesus yang artinya memakan dan meminum Firman Alkitab, atau membaca dan merenungkan Firman Alkitab dengan penuh hormat, tekun dan kontinyu dari hari kesehari dengan penuh kegembiraan sepanjang hidup kita ini. Karena dengan roh kita yang diberi makan firman Alkitab yang hidup, maka roh kita akan menggerakan jiwa kita atau daya intelektual, perasaan dan keinginan kita, selanjutnya daya intelektual, perasaan dan keinginan kita akan menggerakan/memerintahkan tubuh kita guna bekerja sesuai intruksi roh jiwa untuk mencapai apa yang direncanakan oleh roh dan jiwa kita.

Maka jika boleh penulis analogikan tubuh, jiwa dan roh berupa seunit mobil KIJANG INOVA dengan konstruksi chasis yang kokoh kuat guna meletahkan body mobil yang elegan dengan segala instromennya, penempatan roda-roda ban pada posisi muka dan belakang (tubuh); menempatkan mesin mobil canggih pada kedudukannya (jiwa);tetapi jika tidak ada bahan bakar berupa Petralite dan Sumber Api dari Accu (roh); maka mobil mewah dengan mesin yang cagih sekelas KIJANG INOVA sekalipun tidak dapat berjalan. Untuk itulah, maka (tubuh), (jiwa) dan (roh) harus seiring sejalan, seia sekata saling menunjang satu dengan lain, sehingga dapat berjalan untuk mencapai tujuan yang diinginkan bagi nilai-nilai hidup, kehidupan dan penghidupan ini.

Kalau boleh penulis sarankan dari mana memulainya membaca firman Alkitab, penulis selalu memulai dari AMSAL yang mempunyai 31 pasal yaitu 31 hari, dan mulai membaca sesuai tanggal hari itu sebanyak satu (1) pasal, selanjutnya membaca MAZMUR satu dua pasal, berikutnya KEJADIAN satu dua pasal setiap hari sampai MALEAKI,dan membaca Injil MATIUS satu dua pasal sampai WAHYU.

Janganlah memberi makan bagi tubuh yang fana ini kita begitu royal, apalagi jika lauknya lezat bisa tanbah dua tiga kali. Tetapi ketika memberi makan untuk roh yang kekal ini kita begitu kikir bahkan cenderung malas, dimana setiap hari cukup memberi makan bagi roh hanya (satu ayat) dari 31.102 ayat.

Jika demikian adanya kapan kita selesai membaca firman Alkitab baik PL maupun PB?, padahal ketika kita membaca Alkitab PL maka muncul inspirasi Ilahi, dan ketika membaca Alkitab PB akan tumbuh Inspirasi Roh Kudus. Maka dengan adanya inpirasi Ilahi dan inspirasi Roh Kudus kita dapat memecahkan berbagai-bagai persoalan hidup, kehidupan dan penghidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Amin.

 

*) Penulis adalah Jemaat Berea Sungrak Kupang