Home / Opini / Opini: Persekusi vs Kesadaran Hukum

Opini: Persekusi vs Kesadaran Hukum

Eras San. (foto: akun facebook eras san)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh: Eras San *)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM: Kembali kita dipertontonkan dengan aksi sewenang-sewenang dari beberapa oknum yang merasa terhina, mungkin juga terancam.

Hal ini menandakan bahwa kita tidak lagi menghargai hukum sebagai panglima. Belakangan ini aksi main hakim sendiri marak terjadi di seantero Indonesia. Tindakan ini serentak “memperkosa” hukum juga penegak hukum dan masyarakat pada umumnya.

Hukum hakikatnya bertujuan untuk menertibkan masyarakat dan mengatur pergaulan hidup juga menyelesaikan pertikaian, memelihara dan mempertahankan ketertiban dan aturan-aturan, serta mengubah tata tertib dan aturan sesuai kebutuhan masyarakat untuk memenuhi keadilan dan kepastian hukum.

Berhadapan dengan aksi sewenang-wenang (persekusi) tersebut, lantas kita menggugat, apa guna hukum jika masih ada yang main hakim sendiri?

Persekusi
Term ini santer terdengar setelah beberapa waktu lalu terjadi aksi intimidasi dari beberapa oknum terhadap remaja 15 tahun di Jakarta Timur yang jadi viral di media sosial. Aksi main hakim sendiri termasuk dalam tindak persekusi.

Persekusi adalah perlakuan buruk atau penganiayaan (juga intimidasi) secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena masalah suku, agama, atau pandangan politik. Tidak ada satu pun perbuatan dari tindak persekusi yang dibenarkan di mata hukum.

Menurut penulis, tindak persekusi ketika berhadapan dengan hukum, soal yang diangkat bukan lagi berkaitan dengan alasan mengapa mereka mengancam (walaupun benar) tapi mengapa mereka melakukan tindakan main hakim sendiri (berupa ancaman dan penganiayaan).

Pencarian Terkait:

  • opini persekusi
Baca Juga :  Ini dia baju renang jutaan dolar diperagakan Miss Universe 2013

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button