Home / Opini / Opini: “Serangan” Yusril demi Abolisi terhadap Rizieg

Opini: “Serangan” Yusril demi Abolisi terhadap Rizieg

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Ketika GNPF-MUI berkunjung ke Istana Negara dan mencoba memperbaiki hubungan dengan pemerintah, Yusril masih tetap kukuh melakukan upaya untuk membela Rizieq.

Rizieq seperti punya jasa besar untuk Yusril sehingga membuat Yusril tak pernah lelah membela Rizieq. Sebelumnya, Yusril menawarkan diri menjadi mediator antara Rizieq dan pemerintah. Yusril meminta pemerintah untuk rekonsiliasi dan menutup kasus Rizieq. Namun, permintaan rekonsiliasi Yusril ditolak pemerintah.

Yusril tidak menyerah begitu saja. Yusril meminta pemerintah untuk menerbitkan abolisi. Abolisi adalah hak yang dimiliki seorang kepala negara untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara. Yusril seperti tidak punya malu, upaya rekonsiliasi saja sudah ditolak Istana, namun meminta abolisi.

Untuk memuluskan jalannya, Yusril tidak segan-segan menggertak pemerintah. Yusril bahkan mengaitkannya dengan persoalan hutang negara.

Yusril Ihza Mahendra berharap pemerintah menerbitkan abolisi untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang menyeret para ulama.

Menurut ketua umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) itu, Idulfitri merupakan momentum yang tepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Salah satu kasus yang dicontohkan Yusril adalah persoalan hukum yang menyeret Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Mantan menteri sekretaris negara itu menyatakan, pemerintah perlu berjiwa besar dalam mengatasi persoalan.

Baca Juga :  David Beckham Akan Buka Tawaran Lelang Rumah Rp638 Miliar

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button