Home / News NTT / Peringati HATAM, WALHI NTT: Stop Perijinan Tambang

Peringati HATAM, WALHI NTT: Stop Perijinan Tambang

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi tolak tambang untuk memperingati Hari Anti Tambang (HATAM) 29 Mei 2017.

Aksi tersebut melibatkan beberapa komunitas peduli lingkungan seperti JATAM, Sahabat Alam NTT, Waihumba, Slankers Metal Rock Kupang, P9 Prodi Komunikasi Unwira, di kawasan Goa Kristal yang merupakan salah satu bagian Bentang Alam Karst Bolok, Sabtu (3/6/2017).

Peserta aksi di Goa Kristal membawa berbagai atribut kampanye, mulai dari spanduk dan poster yang berisikan penolakan terhadap perluasan industri tambang di NTT, seperti “NTT Butuh Pangan bukan Tambang”, “Selamatkan Kawasan Bentang Alam Karst Bolok dari Pertambangan”, “82 persen sektor konsumsi NTT berasal dari Impor. StopTambang, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Air”.

Aldo Judin, selaku koordinator kegiatan mengatakan, selain kegiatan memperingati hari tambang juga bertujuan untuk menyuarakan dengan tegas penolakan terhadap segala kegiatan penambangan yang diizinkan oleh pemerintah di bumi NTT, karena dinilai memiliki banyak dampak buruk terhadap lingkungan hidup.

Menurutnya, dengan diterbitkannya 309 izin tambang di NTT oleh pemerintah di NTT, maka secara otomatis pemerintah turut mendukung kegiatan perusakan terhadap lingkungan.

“Pendapatan Asli Daerah NTT 80% lebih berasal dari pertanian dan peternakan, sehingga dari pertambangan hanya nol koma sekian persen. Pemerintah seharusnya tidak memberikan ruang bagi pertambangan yang jelas lebih banyak dampak buruknya di NTT,” ujar Aldo.

Sementara itu Direktur WALHI Eksekutif Daerah NTT Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi menegaskan tiga hal penting melalui aksi ini. Pertama, sebagai bentuk peringatan kepada publik bahwa saat ini kita sedang berada dalam kondisi krisis pangan dan pemerintah pun harus menghentikan perizinan tambang serta mengevaluasi kembali perizinan tambang yang sudah diberikan.

Baca Juga :  Beras Rastra rusak, Lurah Nafie belum distribusikan

“Berdasarkan Mandat Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup di Maumere tahun lalu, 32 lembaga anggota WALHI NTT yang tersebar di Sumba, Flores, Timor sepakat bahwa NTT bisa sejahtera tanpa tambang,” katanya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button