Home / News NTT / Petrus Selestinus: TPDI akan bongkar mafia KKN di Sikka

Petrus Selestinus: TPDI akan bongkar mafia KKN di Sikka

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Komitmen memberantas KKN mendorong Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) diketuai oleh Petrus Selestinus akan membongkar jaringan mafia proyek dan jabatan strategis di Kabupaten Sikka.

“Kami akan segera bongkar pelbagai mafia proyek dan jabatan strategis di Kabupaten Sikka sebagai buntut pembatalan pembangunan kembali proyek Jalan Lingkar Luar Maumere, karena terendus bau KKN menjelang Pilkada 2018 di Kabupaten Sikka,” kata Petrus Selestinus kala dihubungi moral-politik.com melalui telepon genggamnya di Jakarta, Rabu (28/6/2017).

Menurutnya, indikator adanya modus KKN dalam usulan DAK Penugasan Tahun 2017 dari Bupati Sikka Yosef Ansar Rera adalah usulan diajukan menjelang Pilkada 2018 dan dibatalkannya persetujuan pembangunan kembali Jalan Lingkar Luar Maumere, disusul dengan dibatalkannya pencairan dana pembangunan proyek Jalan Lingkar Luar Maumere, yang sebelumnya sudah disetujui Kementerian Keuangan sebesar Rp. 50 Miliar.

Lanjutnya, urusannya lantas menjadi panjang dan semakin rumit, karena Bupati Rera ditengarai mengelola pembangunan di Kabupaten Sikka di bawah kendali para mafia proyek dan mafia jabatan strategis piaraan dirinya di Kabupaten Sikka.

“Banyak sudah informasi masyarakat yang masuk ke TPDI bahwa para makelar proyek dan makelar jabatan strategis di Sikka sering diskusi dan dengar pendapat dengan Yosef Ansar di Rujab, membicarakan situasi di Maumere menjelang pemilihan Bupati Sikka tahun 2018 yang akan datang, dimana Sikka akan ada pemilihan Bupati 2018, akan ada mutasi Kepala Dinas PU di Sikka,” tambahnya.

Selestinus mengungkapkan, TPDI sedang mendeskripsi untuk mengidentifikasi siapa sesungguhnya para makelar jabatan dan proyek-proyek besar di Sikka yang ada dalam ring satu dan memiliki kedekatan dan pengaruh yang amat sangat besar terhadap Bupati Rera.

“Makelar proyek mana saja yang boleh duduk bareng, sering keluar masuk Rujab untuk mendiskusikan kursi pemilihan Bupati Sikka 2018, mengatur dihidupkan kembali proyek yang sudah dibatalkan, menawarkan barter jabatan Kepala Dinas PU Sikka dengan proyek yang sudah dibatalkan demi menyelamatkan nasib kontraktor yang sudah terlanjur memenangkan tender,” ucap Seles.

Baca Juga :  Dinas Kebersihan, Undana dan masyarakat bersihkan Pantai Oesapa

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button