Home / News NTT / Polisi periksa 2 pimpinan Koperasi Nasari, kenapa?

Polisi periksa 2 pimpinan Koperasi Nasari, kenapa?

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Penyidik Ditreskrimum Polda NTT kebali memeriksa dua pejabat dari perusahaan koperasi simpan pinjam Nasari Cabang Kupang.

Pemeriksaan polisi tersebut terkait dengan kasus dugaan penggelapan dana milik nasaba pada tahun 2014 lalu.

Kedua pimipinan koperasi Nasari mendatangi Mapolda NTT tanpa kuasa hukumnya. Tiba di halaman Ditreskrimum Polda NTT langsung di arahkan oleh penyidik Polda NTT pada pukul 9.00 WITA, Jumat (2/6/2017) pagi.

Pantauan moral-politik.com dari kedua pimpinan koperasi simpan pinjam nasari kupang yaitu Jeremias Salu dan Yuda. Pada sela-sela pemeriksaan penyidik menanyakan terkait adanya kasus dugaan penggelapan dana milik nasabah sebesar ratusan juta rupiah yang dilakukan oleh oknum yang tidak terpuji di koperasi tersebut.

Sementara kuasa hukum koperasi simpan pinjam nasari Lorens Mega Man (LMM) ketika di hubungi melalui telepon genggamannya untuk mempertanyakan mengapa tidak mendampingi kedua pejabat itu ke Polda menyatakan, dirinya tidak mendapingi dengan alasan kedua pejabat koperasi itu di periksa hari ini karena mau klarifikasi terkait laporan dari pelapor Michael Y Naat, sehingga dirinya tidak perlu hadir mendapingi.

Etika beracara seharusnya LMM sebagai kuasa hukum dari terlapor harus mendapingi kliennya sehingga dalam pemeriksaan jangan ada kecemburuan antara seorang kuasa hukum dan penyidik, apa lagi sudah disahkan menjadi kuasa hukum dari kedua terlapor.

Sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana, setiap klien yang sudah mempunyai kuasa hukum wajib di dampingi oleh kuasa hukum saat di periksa, kalau tidak di dampingi sudah melanggar kode etik seorang advokat dalam beracara.

Penulis: Semard Dju
Baca Juga :  Usai Diperkosa FM 21 Tahun, Bunga 13 Tahun Diturunkan Di Oesapa

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button