Home / Opini / Politikus PDIP inginkan Pendidikan Agama di Indonesia dihapus, mengapa?

Politikus PDIP inginkan Pendidikan Agama di Indonesia dihapus, mengapa?

foto: kaskus.co.id

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Singapura sudah melarang untuk pengajaran agama di sekolah sekitar pada 22 tahun lalu.

Hasilnya sangat berpengaruh karena dengan penghapusan pendidikan agama di sekolah,

Australia berhasil mempunyai penduduk negeri yang dikenal sebagai orang yang tertib, disiplin dan juga toleran padahal mereka terdiri dari berbagai macam etnik, bahasa dan juga agama.

Hal ini dikatakan oleh Eksekutif Megawati Intitute, Musdah Mulia dalam akun facebooknya. Seperti biasa, pernyataan yang berkaitan dengan agama sudah pasti akan menghebohkan dan penuh dengan pro kontra di dalamnya.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong telah menegaskan bahwa pemerintah tak akan mengijinkan pelajaran agama masuk ke dalam sekolah.

“Sejak PM Lee Kuan Yew ditetapkan bahwa agama urusan pribadi, bukan urusan sekolah atau negara.

Keputusan itu diambil karena Lee Kuan Yew melihat pengajaran agama justru menimbulkan perpecahan dan konflik, bukan perdamaian,” ungkap Musdah.

Musdah juga menambahkan bahwa sebaliknya dengan Indonesia yang menjadikan pendidikan agama menjadi pelajaran yang wajib di sekolah, tetapi malah tidak berdampak apapun dan seperti dengan yang diucapkan oleh Lee Kuan Yew bahwa pendidikan agama justru menimbulkan konflik.

Baca Juga :  Sebelum Dikeroyok, Nikita Mirzani Bermesraan dengan Onadio

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button