Home / Sastra / Puisi: Dari Setya Novanto jadi Gus Nov

Puisi: Dari Setya Novanto jadi Gus Nov

Setya Novanto (kanan). foto: viva.co.id

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh: V.J.Boekan

 

 

Sebagian masyarakat Indonesia percaya nama punya arti

Sisanya percaya nama tak punya arti

Pujangga kesohor dunia William Shakespeare berpikir beda

What’s in a name?

Bahkan tambah dia, Thats which be call a roses by any other name would smell as sweet

 

Di kampung saya, Waling, Manggarai Timur

Nama tak penting

Suka-suka orangtua menamai anaknya

Pas Natal, Ayahnya menamai Agus Natal

Tahun Baru, Agus Tahun Baru

Hujan, Imelda Hujan

Panas, Rosa Panas

Paceklik, Romanus Paceklik

Pas untung, Romi Untung.

 

Tak ada marga di Waling

Lama-lama

Nama orangtua dijadikan marga

Piet Boekan, putra sulungnya diberi nama Vincentcius Jeskial Boekan

 

Teranyer di Partai Golkar ada perubahan sapaan terhadap Ketua Umumnya

Agung Laksono mengurai cerita baru

Pada acara buka puasa bersama yang digelarnya

Dihadapan Setya Novanto ia berujar

Biasanya di NU dipanggilnya Gus Gus. Ada Gus Mus, Gus Ipul, tidak ketinggalan kita punya Gus Nov

Ia pun minta ijin untuk selanjutnya menyapa Gus Nov, sembari tertawa

 

Apa khabar Gus Nov?

Selamat menjalani Ibadah Puasa

Wahai Tuhanku, setiakanlah Gus Nov dalam tugas-tugasnya

Sejahterakanlah seluruh rakyat Indonesia

Mampukanlah Gus Nov membahagiakan Indonesia

Aamiin. Marhaban ya Ramadhan untukmu Gus Nov.

 

 

 

Baca Juga :  Puisi: Dosa besarku, terlalu cepat mencintaimu

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button