Home / Sastra / Puisi: Tungguku sudah lansia

Puisi: Tungguku sudah lansia

ilustrasi. (foto: idntimes.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Oleh: Algonzaga *)

 

 

Jeda
Antara harapan dan kenyataan
Hanya menikmati kekosongan

Buang-buang waktu sesaat
Harapan tak kunjung pasti
Benar-benar sesak harapku
Rasanya tertindih bongkahan resah

Sang kepastian
Aku sudah malu
Menanggung janji yang penuh harap

Aku malu untuk berpaling muka pada yang tanya
Kapaaann. . ???
Atau. . .???

Kau tahu tidak
Aku juga bisa malu
Bosan juga kadang menguras senyumku
Membuatku jenuh menatap indahnya senja

Untukmu aku menyimpan harap
Sujud do’aku juga masih sama
Agar engkau sehat juga aku

Bukan hanya untukmu
Tetapi aku juga yang butuh
Aku percaya padamu
Terpaksa karena system dunia

Mengatur masa depanku bukan urusan perkara bagimu
Aku yang melakukanya

Karena prosedur dan hukum taat
Aku hanya mempercayaimu
Sistem ini menyebalkan sedikit pilu hatiku

Iya atau tidak
terima atau menolak
Terpaksa lagi aku ikuti semuanya
Yakinku adalah benar-benar padamu

Menungguku sudah tua
Hal yang kurang aku sukai
Janji yang belum sampai terpenuhi itu hampa

Pemasti itu siapa? Kamu?
Kau tidak tahu ada yg menungguku dibalik tungguku yg sudah uban ini

Kapan. . ???
Ayolah, bukan alasan agar kau buat aku jera
Ini soal tombol lampu hijaumu itu on atau off

Aaaahh
Kamu ini bagaimana??
Sehingga kamu buat tanya aku harus bagaimana??

Sabar pilihan yang menghibur juga mengabur
Senyum pilihan yang manis juga hambar

Tetap saja Tungguku selalu tumbuh subur

Di tanah janjimu yang tandus kering

Layu dan berharap itu gelisah

Umur tungguku sudah di ujung senja

 

 

*) Algonzaga adalah nama pena dari Aloysius Gonsaga Poco Koe, Mahasiswa PGSD STKIP St. Paulus Ruteng.

 

 

Baca Juga :  Tuhan datang menyentuhku

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button