MORAL-POLITIK.COM: Persiapan pernikahan telah dirampungkan, tak dinyana harus berakhir tragis seperti ini.

Alfian Nur Budi Prasetyo (25) tak pernah mengira bahwa dress berwarna merah, rangkaian bunga, balon bertuliskan ‘I Love You’, serta softlense yang disiapkannya sebelumnya untuk saudara sepupunya, Chatarina Wiedyawati (30), harus berujung di pemakaman.

Barang-barang itu sedianya akan dipakai sang sepupu yang kerap dipanggil Wiwid itu untuk melakukan sesi foto pre-wedding bersama calon suaminya, Martinus Asworo (33), di Yogyakarta. Rencananya, keduanya akan berfoto di Tamansari, Tebing Breksi dan pantai.

Namun naas, setelah terakhir kali diketahui pamit kepada orangtuanya untuk berangkat ke Yogyakarta pada 6 Mei 2017, Wiwid menghilang.

Lima hari kemudian, dia ditemukan tewas di semak-semak di jalan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2, Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di Jalan Sungai Sedapat Soak Simpur RT 41 RW 08, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami.

Bersama dengan jasad Wiwid, di tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan mobil Toyota Innova yang dipakai keduanya menuju Palembang serta sebuah tas. Dari hasil otopsi, ditemukan luka di bagian wajah dan sekujur tubuh Wiwid.

Jasadnya lalu disemayamkan dalam misa requiem di Rumah Duka RS RK Charitas di Palembang lalu dibawa ke rumah duka di Perumahan Suryo Permai 2, Suryodiningratan, Yogyakarta, Rabu (17/5/2017), sebelum dimakamkan di daerah asalnya itu.

Chatarina Wiedyawati (kanan), semasa hidupnya, dan calon suaminya, Martinus Asworo.(dok. Facebook/Sumsel.tribunnews.com)

 

Kematian Wiwid membawa duka mendalam bagi keluarganya. Rencana pesta pernikahan yang akan digelar 5 September mendatang pun buyar.

Baca Juga :  Inilah Penampilan Busana APPMI di JFFF 2016 Kelapa Gading