Home / News NTT / Tragedi “saling tipu” bangun Aula Serba Guna Luiza vs Rita

Tragedi “saling tipu” bangun Aula Serba Guna Luiza vs Rita

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Majelis hakim pengadilan negeri klas 1A Kupang kembali menggelar kasus dugaan ingkar janji antara Luiza Paah selaku kontraktor dengan Rita Jauwalata selaku pemilik bangunan, Rabu (21/6/2017).

Agenda persidangannya mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh tergugat Ritta Jauwalata.

Jalannya sidang dipimpin ketua majelis hakim Edi Pramono, didampingi dua hakim anggota diantaranya Teodora Usfunan, dan Jimi Tanjung.

Sedangkan tergugat didampingi oleh kuasa hukumnya Johannes Rihi, Yanti Seubelan, dan Abdul Wahab. Kuasa hukum dari pihak penggugat adalah Novan Manafe.

Adapun dua saksi ahli di bidangi proyek pembangunan gedung yang dihadirkan adalah Weleme Taga, dan Thomas Teodorus.

Dalam keterangan kedua saksi ahli, bahwa mereka hanya turun di lokasi melihat kondisi bangungan dan mengukur, setelah mengukur langsung membuat analisa.

Seperti diberitakan sebelumnya, antara penggugat dan tergugat telah mengikat diri dalam kontrak kerja pekerjaan pembangunan gedung serbaguna 2 lantai seluas 1070 m2 (seribu tujuh puluh meter persegi).

Pekerjaan pembangunan gedung yang telah dikerjakan sejak tanggal 15 Juli 2016 sampai tanggal 16 Oktober 2016. Demi kelancaran penyelesaian pekerjaan maka selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 2016 Luiza Paah mengajukan permintaan panjar pembayaran kepada Rita Jawalata sebesar Rp. 250.000.000.00 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) tetapi permintaan tersebut tidak direalisasikan pembayarannya oleh Rita Jawalata.

Baca Juga :  Musda Golkar Kota Kupang Siap Digelar, Jonas Salean Calon Kuat Ketua?

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button