Home / News NTT / Wanita korban ‘trafficking’ terbaring kritis di RSUD Johannes Kupang

Wanita korban ‘trafficking’ terbaring kritis di RSUD Johannes Kupang

Ance Juliana Punuf. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Modus operandi  pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri tiada ujung-ujungnya.

Seperti yang dialami oleh Ance Juliana Punuf (24) asal Dusun III RT. 013, RW. 05 Desa Toineke, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) hidupnya berakhir dengan menderita penyakit.

Yezkial Tumbale (35) sebaga keluarga dari korban beralamat di RT. 06, RW. 03, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Kota Raja kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Selasa (27/6/2017) mengatakan, kejadian itu berawal pada bulan Juli 2014 ketika korban direkrut secara ilegal oleh jaringan BB Cs, untuk mempekerjakan korban di Kupang, namun setelah korban berada di tempat penampungan jaringan BB Cs yang berada di Kupang, kemudian korban Ance dikirim ke Malaysia.

Dalam pengiriman tersebut pun korban dikirim tidak melalui mekanisme pengurusan di Naketrans setempat (tidak ada rekam pasport), maupun imigrasi (tidak dilakukan interview di Imigrasi Kupang).

Namun, saat akan diberangkatkan, korban Ance telah mengantongi Pasport (setelah penyidik berkoordinasi dengan Imigrasi Kupang korban tidak pernah mengurus paspor pada Imigrasi Kupang), kemudian proses berlanjut korban Ance tiba di Malaysia dan dijemput seorang Agensi Malaysia.

Selanjutnya mempekerjakan korban di Johor baru kurang lebih selama 3 tahun tanpa digaji oleh majikannya.

Saat bekerja di majikan, korban mengalami penyiksaan baik dari tindakan penganiayaan maupun perbuata-perbuatan pendiskreditan terkait hak-hak korban sebagai seorang wanita.

Baca Juga :  Kenalkan Firmina, perempuan pertama Sikka menjadi Calon Wakil Bupati

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button