Home / News NTT / WTM Sikka gandeng Misereor Jerman “briefing kader tani”

WTM Sikka gandeng Misereor Jerman “briefing kader tani”

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Misereor Jerman menyelenggarakan “briefing kader tani”.

“Briefing kader tani” ini dilaksanakan dalam rangka Peningkatan Kapasitas Petani dalam Perubahan Iklim lewat Pendekatan Usaha Tani Berbasis Konservasi sebagai upaya peningkatan kapasitas kader tani.

Kegiatan ini berlangsung di Pusat Sekolah Lapangan (PUSKOLAP) Jiro-Jaro, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Senin (5/6/2017).

Koordinator Advokasi Riset dan Pengelolaan Lingkungan dalam Program Misereor Jerman Maria Martha Muda mengatakan, penelitian yang akan dilakukan itu ada 4 jenis diantaranya: penelitian pemuliaan tanaman padi atau kawin silang padi, penelitian kaji banding, penelitian pupuk, dan penelitian pestisida organik.

Dikatakanya, penelitian yang dilakukan menjadi substansi program yang akan banyak membutuhkan energi, yang mana hasil dari pupuk dan pestisida organik akan dilakukan uji laboratorium.Karena itu, komposisi dan takaran bahan-bahan harus diperhatikan sehingga uji laboratorium itu sebagai langkah positif bagi WTM dan petani organik.

Kamilus Ardianus Ardi

Sementara itu, Kamilus Ardianus Ardi yang merupakan Kader Tani Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo dalam kegiatan itu menceritakan bahwa dulu dirinya pernah bergabung dengan WTM sebagai anggota binaan, dan dirinya sudah membuat uji coba pada tanaman menggunakan pupuk kimia dan organik untuk membandingkan keduanya.

“Dari hasil kajian itu, ternyata pupuk organik itu lebih bagus. Kalau memang sekarang WTM masih buat itu saya terus mengikutinya karena saya sekarang adalah calon petani peneliti,” ungkap Ardianus, kader tani baru.

Sipri Rehing

Sipri Rehing, kader tani sekaligus kepala dusun Woloara, Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo mengatakan, penelitian ini cukup memberikan pemahaman kepada petani untuk mau meneliti karena konsep ini memudahkan kami dan sebagai alat bantu dalam proses pengamatan sampai pada mencapai hasil. Untuk penelitian pemuliaan tanaman padi atau kawin silang padi mereka sudah menyiapkannya, seperti: persiapan lahan, varietas padi lokal yang mau di tanam, serta alat-alat pendukung, sedangkan yang lain lahannya masih sementara di panen.

Baca Juga :  Warga Minta Penegak Hukum Usut Kasus Alkes Tahun 2015 di Dinkes NTT

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button