Home / Profil / RD Ambros & pembangunan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

RD Ambros & pembangunan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang memimpin Misa Pontifikal di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/3/2016) pagi. (Foto: V.J.Boekan).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Niat untuk membangun Gereja Katedral Kristus Raja Kupang (GKKRK) yang baru di Keuskupan Agung Kupang (KAK) terus menggeliat, laksana syair lagu “Dayung di Arus”.

Tingkat partisipasi umat di paroki GKKRK tergolong cukup tinggi, kendati tingkat pendapatan mayoritas umat masuk dalam kategori cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Gerejanya Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang (MPT) ini usianya hampir 50 tahun, telah mengalami beberapa kali rehab, mulai dari rehab besar hingga kecil.

Gambar Gereja Katedral Kristus Raja Kupang yang akan dibangun baru. (foto: v.j.boekan)

 

Apabila ditilik dari usia gereja, idealnya gereja ini harus diikhlaskan untuk dijadikan cagar budaya. Namun lokasi gereja yang berada tepat di jantung Kota Kupang menjadi salah satu alasan kuat untuk dibangun gereja baru.

Pihak yang berkompoten untuk memberikan penjelasan pers sekaligus mempublikasikan secara meluas tentang rencana tersebut adalah Pastor Paroki KKRK, RD. Ambros Lajar, Pr.

Pastor ini tergolong sangat sibuk. Selain tugas pokoknya di gereja tua tersebut, ia juga dipercaya MPT untuk memanajerial urusan penting di KAK. Sehingga butuh banyak kesabaran untuk mengantre.

Umat sedang mengikuti misa ketiga di GKKRK, Minggu (16/7/2017) pukul 9.30 WITA.

 

“Gedung Gereja kita ini belum bisa dijadikan Cagar Budaya, sebab rencana pembangunan gereja baru itu telah intens sejak tahun 2009 yang lalu,” kata Pastor Paroki KKRK, RD. Ambros Lajar, Pr di ruang pastoral, Kota Kupang, Sabtu (14/7/2017) pukul 11.30 WITA.

Baca Juga :  Saat Bripka Maksi Tameno Ajari Warga Cinta Lingkungan Hidup

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button