Home / Populer / Arif Merdeka Sirait ungkap tindak pidana anak…

Arif Merdeka Sirait ungkap tindak pidana anak…

Ketua KOMNAS Perlindungan Anak, Arif Merdeka Sirait. (foto: kapanlagi.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah usia dewasa dari waktu ke waktu terus meningkat di Indonesia.

“Anak sebagai pelaku tindak pidana penbunuhan sadis dengan cara menggorok leher, yang sebelumnya diduga melakukan kejahatan seksual terhadap dua anak usia 7 dan 11 tahun tetangganya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (30/6/2017) yang lalu, yang dilakukan seorang anak berinisial AW (15), dimana peristiwanya hampir sama dan melibatkan anak sebagai pelaku tindak pidana terulang lagi di Denpasar, Bali,” kata Ketua KOMNAS Perlindungan Anak, Arif Merdeka Sirait kepada moral-politik.com di Jakarta, Selasa (11/7/2017) siang.

Menurutnya, Prada TNI Januar Setiawan korban penusukan oleh anak DK (16) di Denpasar Bali, Setiawan (20) anggota TNI yang sedang menjalani pendidikan Militer di Pulaki, Buleleng, Bali terpaksa meregang nyawa setelah ditusuk DKDA (16) bersama 3 orang temannya masing-masing terduga CI (17), RA (19) FC (22) dengan sebilah pisau sejenis sangkur pada Minggu dini hari (9/7/2017) di Jl. Ngurah Raih, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Satu jam setelah peristiwa penusukan anggota TNI yang sedang berlibur dinas pendidikan di Denpasar, atas kerja cepat aparat Polresta Denpasar telah memeriksa 11 terduga pelaku dan menetapkan DKDA (16) siswa SMA di Denpasar sebagai pelaku utama.

Lanjutnya, demi ketentraman masyarakat Bali dan tidak terjadi mis-komunikasi atas peristiwa penusukan anggota TNI, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga pelaksana dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat yang sejak 1998 memberikan pelayanan dan pembelaan serta perlindungan terhadap anak di Indonesia. mengapreasi dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Mayjen Komarudin Simanjuntak selaku Pangdam Udayana yang telah memberikan respon dan pernyataan yang menyejukkan atas peristiwa penusukan anggota TNI itu, dan memerintahkan kepada prajurit dan jajaran pimpinan TNI di Pulau Dewata untuk mencari tahu latar belakang pelaku dan untuk tidak terpancing terhadap isu yang tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga :  Ceritanya Ahok Soal Rapat yang Libatkan Istrinya

Sirait mengatakan, mengingat peristiwa penusukan ini melibatkan 2 orang anak, dan sesuai pula dengan ketentuan UU No. 11 Tahun 2912 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak, Komnas Perlindungan Anak telah menerjunkan Quick Investigator Komnas Anak Tim Bali untuk membangun kerja sama investigasi dan pendampingan terhadap terduga pelaku anak, baik di tingkat penyidik Polri unit PPA dan mengapreasi peran dan gerak cepat P2TP2A Bali.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button