Home / Sains / Calon Ibukota Negara Baru bernama Palangkaraya, mengapa?

Calon Ibukota Negara Baru bernama Palangkaraya, mengapa?

Sejumlah orang bersantap siang di tepi Sungai Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (AFP/Getty Images)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Nama Palangkaraya selalu muncul kembali setiap kali wacana pemindahan ibukota negara ramai dibicarakan.

BBC Indonesia pun bertanya kepada pakar dan penulis, mengapa kota di Kalimantan Tengah tersebut terus digadang-gadang menjadi ibukota baru negeri ini.

Penulis buku ‘Sukarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’, Wijanarka, kepada BBC Indonesia menyatakan, Sukarno mencuatkan ide pemindahan ibukota dari Jakarta ke Palangkaraya pada periode tahun 1957-1958.

“Nama Palangkaraya (muncul) karena berada persis di tengah NKRI, di tengahnya Indonesia. Atas dasar itu, Palangkaraya menjadi lebih populer sebagai calon ibu kota dari kota lainnya,” ungkap Wijanarka, Senin (04/07).

Dosen jurusan arsitektur Universitas Palangkaraya tersebut menyatakan saat itu selain Palangkaraya, ‘kota di Sulawesi, Makassar’ juga menjadi salah satu kandidat.

Sukarno disebut Wijanarka, menginginkan sebuah ibukota yang dibuat sendiri oleh anak bangsa. (AFP)

Pemindahan ibu kota ke luar Jakarta ketika itu dinilai perlu karena Sukarno mengharapkan Indonesia memiliki ibukota “yang dibangun oleh anak bangsa sendiri”.

“Jakarta kan peninggalan kolonial Belanda, dirancang Belanda,” ungkap Wijanarka.
Mengapa tidak jadi dipindah?

Wijanarka melanjutkan rencana pemindahan ibu kota tidak mewujud nyata saat itu, “karena jalan darat saja belum ada di Palangkaraya. Jalannya (hanya) lewat sungai.”

Baca Juga :  Kepiting dan fungsinya bagi kesehatan...

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button