Home / News NTT / DPRD Kota Kupang: PSB ‘Online’ terkesan dipaksakan !

DPRD Kota Kupang: PSB ‘Online’ terkesan dipaksakan !

Para orang tua mengantri di Warnet yang ada di Kota Kupang. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Theodora Ewalda Taek menilai, Penerimaan Siswa Baru (PSB) secara online di Kota Kupang terlalu dipaksakan.

Pasalnya, sistem penerimaan tersebut belum disosialisasikan secara baik oleh pemerintah, sehingga banyak orang tua siswa dan para siswa belum bisa menerima cara baru tersebut.

Kepada moral-politik.com di Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat (14/7/2017), Taek mengaku PSB secara online mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017.

Dalam Permen tersebut telah mewajibkan semua sekolah wajib menerapkan PSB secara online. Namun sayangnya, peraturan tersebut dibuat langsung diterapkan secara keseluruhan di Indonesia, sehingga banyak pemerintah daerah yang belum siap, eksesnya terkesan dipaksakan, dan pelaksanaanya mengalami beberapa persoalan.

“Khusus untuk Kota Kupang, masyarakat belum mengetahui dengan jelas soal sistem tersebut sehingga masih banyak masyarakat yang belum paham. Apalagi dalam Permen tersebut mengatur soal sistem zona yang memprioritaskan penerimaan berdasarkan wilayah domisli,” tambahnya.

Di Kota Kupang khusus untuk tingkatan SMP ada beberapa sekolah yang menjadi idola seperti SMP 1, dan 2. Para siswa ngotot bersekolah di sekolah tersebut meskipun sidah diatur.

Lebih parah lagi, ujar dia, kalau dalam zona tersebut jumlah siswa yang berdomisli dekat sangat banyak sehingga ketika semuanya mendaftar dan daya tampung (Rombel) tidak memadai, muncul lagi masalah.

Baca Juga :  Satu Lagi Janji Jonas Salean: Tahun 2018 Warga Kota Kupang Berobat Gratis !

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button