Home / News NTT / DPRD minta Walikota Kupang: Tutup KD, ganti dengan Pusat Wisata Kuliner

DPRD minta Walikota Kupang: Tutup KD, ganti dengan Pusat Wisata Kuliner

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan rasia di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kota Kupang, sejak Jumat hingga Sabtu (5/12/2015) pukul 10.00- 12.00 WITA. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wacana pemerintah Kota Kupang merubah nama Karang Dempel dan diganti menjadi Pusat Wisata Karaoke, tidak disetujui oleh DPRD Kota Kupang.

Pasalnya, dengan pergantian nama kawasan tersebut maka pemerintah Kota Kupang telah mengubah sejarah tentang penamaan kawasan tersebut.

Disadari, banyak warga tahu bahwa tempat tersebut dinamai Karang Dempel oleh para tetua di jaman itu, karena di tempat tersebut banyak karang yang berdempetan.

“Pemerintah tidak bisa mengubah nama tempat itu hanya karena karang-karang yang dulunya berdiri megah telah diganti dengan perumahan,” kata Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Kamis (13/7/2017).

Ady mengatakan, ada beberapa tempat di Kota Kupang yang namanya anonim dengan kawasan sekitar, seperti Pasir Panjang, Kelapa Lima, Tuak Daun Merah (TDM). Kawasan-kawasan dinamai oleh para tetua di Kota Kupang sejak jaman dulu dan telah menjadi nilai sejarah.

Jadi, kata dia, pemerintah tidak bisa mengubah nama kawasan Karang Dempel karena sudah tidak ada lagi karang berdempetan dan sudah diganti oleh pemukiman.

Talli menegaskan, kalau dalihnya seperti itu maka nama Kelurahan Tuak Daun Merah, Pasir Panjang, dan Kelapa Lima harus juga diganti, sebab tidak ada lagi Pohon Tuak Berdaun Merah, Kelapa Lima, dan Pasir Panjang di tempat-tempat tersebut.

Baca Juga :  Harapan Gubernur Frans terhadap para Kepsek di NTT

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button