Home / Opini / “Film ‘Kau Adalah Aku yang Lain’ bikin institusi kepolisian kehilangan kepercayaan masyarakat”

“Film ‘Kau Adalah Aku yang Lain’ bikin institusi kepolisian kehilangan kepercayaan masyarakat”

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan atas) dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/8). Kedatangan Kapolri ke markas lembaga antirasuah tersebut untuk bersilahturahmi dengan pimpinan KPK sekaligus membahas sinergitas dalam pemberantasan korupsi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/16

Bagikan Halaman ini

Share Button

Reza pun membandingkan dengan perilaku Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinilai banyak kalangan lebih lihai merebut hati publik. TNI j…

Kapolda Iriawan Catut Nama Wapres Terkait Kriminalisasi Ulama, Situasi Bisa Tambah Gaduh
Netizen Bingung, Makin Banyak Saja Oknum Polri Bunuh Diri…

Soal Habib Rizieq, Pengamat: Kasus Apa Saja Tak Serta Merta Diterima Masyarakat Sebagai Kebenaran Kecuali Polisi Memperbaiki Kinerjanya

Reza pun membandingkan dengan perilaku Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinilai banyak kalangan lebih lihai merebut hati publik. TNI justru dirasa lebih menenteramkan dan mengayomi masyarakat. Ia menyebut penayangan film “Kau adalah Aku yang Lain” membuat institusi kepolisian kehilangan kepercayaan masyarakat.

 

MORAL-POLITIK.COM: Film “Kau adalah Aku yang Lain” yang diunggah lewat akun media sosial oleh Divisi Humas Polri menimbulkan kontroversi.

Film ini dianggap mendiskreditkan kelompok agama tertentu.

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menyoroti empat hal terkait kontroversi film tersebut, yakni isi film, momentum penayangan, pengunggah, dan penghargaan.

Menurut Reza, penayangannya pada momen Idul Fitri, yang merupakan hari raya umat Islam, memperburuk isi film tersebut. Film yang dipublikasikan lewat akun media sosial resmi Polri ini menyabet juara pertama Police Movie Festival.

“Percampuran isi, momen, pengunggah, dan trofi itu memperlihatkan kurangnya sensitivitas polisi dalam sejumlah kerjanya belakangan ini,” kata Reza, kepada Republika.co.id, Kamis (29/6).

Menurut Reza, sikap Polri itu dipandang sebagai penyebab munculnya langkah-langkah penegakan hukum yang diskriminatif dan melukai hati kalangan masyarakat tertentu. Reza berharap polisi bisa lebih matang dan peka dalam membawa diri di tengah kompleksitas sosial.

Baca Juga :  Gadis 8 Tahun Dipaksa Kawin, Meninggal pada Malam Pengantin

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button