Home / Populer / Gerindra bicara ‘Presidential Threshold’, akan torehkan sejarah

Gerindra bicara ‘Presidential Threshold’, akan torehkan sejarah

Foto: M Syafii (Andhika Prasetia/detikcom)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Fraksi Gerindra kukuh ingin meniadakan ambang batas calon presiden atau ‘presidential threshold’ (PT) dalam revisi UU Pemilu.

Gerindra yakin dengan sikap mereka yang disebut sesuai konstitusi.

“Kalau kita, pandangan dari ketum (Prabowo Subianto), jangan berpikir menang atau kalah tapi komitlah pada konstitusi,” ujar anggota F-Gerindra, M Syafii, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

“Sebab, bagaimana mungkin ada PT karena Pilpres dan Pileg dilaksankan secara serentak dan lebih tidak mungkin lagi menggunakan PT sebelumnya, yaitu 2014 karena itu sudah dipakai untuk pilpres 2014 yang lalu,” tambahnya.

Menurut Syafii, syarat presidential threshold bertentangan dengan amanat konstitusi.

Berapapun angka ambang batas capres, Gerindra dalam posisi menolak.

“Jadi Gerindra tidak persoal 20 persen, 10 persen, 5 persen, satu persen pun itu menurut gerindra bertentangan dengan konstitusi,” jelas Syafii.

Baca Juga :  Kepolosan Bocah-bocah Usai Tabur Rampe di Kota Kupang

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button