Home / News NTT / Jembatan Petuk tertunda, Menteri PUPR inginkan beda…

Jembatan Petuk tertunda, Menteri PUPR inginkan beda…

PPK Balai Jalan Wilayah IX Nusa Tenggara, Fachrudin. (foto: nyongki/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap pembangunan Jembatan Petuk diperpanjang sampai Desember tahun 2017.

Perpanjangan pekerjaan Jembatan Petuk disebabkan Menteri PUPR meminta agar fisik jembatan harus ditambah dengan ornamen-ornamen asli NTT, untuk mempercantik jembatan tersebut.

“Kami tengah menyusun rencana termasuk anggaran untuk penambahan ornamen-ornamen penghias jembatan, dan dari hasil penghitungan, estimasi anggaran bisa mencapai Rp. 11 miliar, dan akan kami ajukan ke Kementerian PUPR, mudah-mudahan disetujui,” kata PPK Balai Jalan Wilayah IX Nusa Tenggara, Fachrudin kepada moral-politik.com di lokasi pekerjaan Jembatan Petuk, Kota Kupang, Kamis (27/7/2017).

Menurutnya, pekerjaan jembatan Petuk direncanakan rampung pada 31 Agustus 2017 ini, namun pada awal pekerjaan di Tahun 2015, Menteri PUPR sempat melihat langsung pembangunan Jembatan Petuk, dan pada saat itu, beliau berpesan agar jembatan Petuk jangan dibiarkan seperti jembatan umumnya.

“Menteri PUPR pada kesempatan itu, meminta agar jembatan Petuk harus dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen yang melambangkan khas Flobamorata, agar terkesan bagus dan bisa menjadi kebanggan bagi Kota Kupang,” tambahnya.

Ia mengaku terhadap permintaan itu, ada pembengkakan dalam pembiayaan pembangunan Jembatan Petuk. Semula anggaran yang disiapkan sebanyak Rp. 235 miliar, dengan penambahan sebesar Rp. 11 miliar kalau disetujui Kementerian PUPR maka secara keseluruhan anggaran untuk pembangunan Jembatan Petuk berjumlah Rp. 246 Miliar.

“Sebenarnya Pagu Dipa sudah direncanakan, tapi pembuatan ornamen tidak dalam kontrak, sehingga harus diusulkan kembali,” pungkas dia.

 

Penulis: Nyongki
Baca Juga :  DPRD NTT mengapresiasi Festival Pariwisata di Sumba

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button