Home / Opini / Kesal, Gerindra ajak rakyat boikot Pilpres 2019

Kesal, Gerindra ajak rakyat boikot Pilpres 2019

Foto: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Pasca disahkannya Undang-Undang Pemilu oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pada 21 Juli 2017 kemarin, Partai Gerindra unjuk sikap.

Pasalnya dalam Undang-Undang tersebut ditetapkan presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20-25 persen membuat Partai Gerindra berang.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebutkan, keputusan PT sebesar 20-25 persen bertujuan untuk menjadikan Joko Widodo sebagai calon tunggal pada Pilpres 2019 mendatang.

“Karena itu, saya serukan pada rakyat Indonesia untuk melakukan boikot Pilpres 2019,” kata Arief kepada wartawan, Sabtu (22/7/2017).

Arief menyatakan, keputusan PT sebesar 20 persen bisa berubah jika gugatan terhadap Undang-Undang Pemilu dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, menurut dia, MK tidak mungkin mengabulkan.

“MK pasti akan lebih berpihak pada agenda yang sudah di-setting Joko Widodo untuk melanggengkan dirinya menjadi calon tunggal pada Pilpres 2019,” tutur Arief.

Sementara, ‎Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu (Pansus RUU Pemilu) Lukman Edy membantah tudingan bahwa PT 20-25 persen dalam rangka mendorong calon tunggal pada Pilpres 2019.

Baca Juga :  Mahasiswi Ini Pasang Tarif Rp 8 juta untuk “Nemenin”

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button