Home / Populer / Ketum MUI tanggapi niat pemerintah gunakan dana Haji

Ketum MUI tanggapi niat pemerintah gunakan dana Haji

Pekerjaan percepatan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera masih terus berlangsung.(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Sejak beberapa waktu terakhir muncul berbagai polemik mengenai penempatan dana haji pada infrastruktur.

Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin pun menyatakan, pihaknya tak mempermasalahkan apabila pemerintah menggunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

Terkait hal ini, praktisi keuangan syariah Adiwarman Karim menjelaskan, dana haji dibagi menjadi tiga, yakni dana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Dana jangka pendek disimpan dalam produk perbankan syariah. Sementara itu, dana jangka menengah diinvestasikan ke sukuk atau surat berharga syariah lainnya.

Adapun dana jangka panjang dapat diinvestasikan dalam saham atau sejenisnya yang syariah yang terkait langsung atau tidak langsung dengan haji.

Undang-undang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga telah mengatur penggunaan dana haji. Adiwarman mengungkapkan, rincian penggunaan dana haji, termasuk komposisi rupiah maupun dollar AS, sebaiknya diatur oleh BPKH juga.

“Investasi ke proyek infrastruktur itu menurut ijtima maupun UU dilakukan melalui instrumen keuangan, bukan investasi langsung,” ujar Adiwarman kepada Kompas.com, Minggu (30/7/2017).

Dalam Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV Tahun 2012, misalnya, ditentukan bahwa dana haji yang ditampung dalam rekening Menteri Agama yang pendaftarnya termasuk daftar tunggu (waiting) list secara syar’i adalah milik pendaftar (calon haji).

Baca Juga :  Apa layak Bambang ragukan pengakuan Anas?

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button