Home / News NTT / Kisah Misa ke XIV Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

Kisah Misa ke XIV Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

Misa ketiga di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Minggu (9/7/2017) pukul 09.00 WITA di pimpin oleh Pastor Paroki Katedral Rm. Ambros Lajar, Pr. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Misa ketiga di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Minggu (9/7/2017) pukul 09.00 WITA di pimpin oleh Pastor Paroki Katedral Rm. Ambros Lajar, Pr.

Misa Hari Minggu Biasa ke XIV ini diikuti lebih dari tiga ribu umat yang ada di Kota Kupang, sehingga tak tampak jelas bangku kosong di Gereja berlantai dua ini.

Adapun antifon pembuka misa, “Kami mengenangkan kasih setia-Mu, ya Allah, dalam rumah-Mu yang kudus. Sebagaimana Engkau berkuasa di seluruh dunia, demikian pula Engkau di puji sampai ke ujung bumi”.

Pada misa ini, liturgi sabda bacaan diambil dari Kitab Nubuat Zakharia (Za. 9:9-10), sedangkan bacaan Injil diambil dari Matius 11: 25-30.

“Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,” Rm Ambros mengawali khotbahnya, mengutip injil Mathius yang baru usai di bacanya itu.

Biasanya di dalam setiap keluarga kita masing-masing, katanya, orang-orang yang sakit atau anak yang berkebutuhan khusus, karena kelainan fisik atau mental di fabel atau disabilitas, mereka seperti ini ada dalam kelompok manusia yang membutuhkan perhatian ekstra dari kita, karena mereka punya beban berat. Ada yang dari lahir sudah mengalaminya, dan yang lain mungkin mengalami kecelakaan atau kejahatan sehingga pada akhirnya cacat, sehingga menjadi beban buat keluarga kita.

Menurutnya, kita manusia yang mempunyai fisik normal di hadapan Tuhan meskipun kita kelihatan baik, di hadapan Tuhan kita merasa normal, oleh karena berbagai pekerjaan kesibukan duniawi yang kita geluti, kita berhadapan dengan berbagai tantangan alam, juga berbagai macam orang, pada akhirnya hanya menguras tenaga, menguras pikiran, maka banyak kali membuat kita lelah, kita berbeban berat. Terkadang membuat orang putus asa.

Baca Juga :  Hanura Kota Kupang Gelar Muscab, Ini Kisah Melkianus Balle

Pencarian Terkait:

  • apa bacaan minggu kemarin di gereja katedral kupang

< 1 2 3 4 5 6>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button